Dari Petani Sawit Mandiri Menjadi Mitra, Menuju Kemakmuran

oleh -1.992 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Sinar Mas Untuk InfoSAWIT/ Kemitraan dengan PT Kresna Duta Agroindo melalui program PSR membawa harapan untuk peremajaan berkelanjutan dan masa depan yang lebih baik.

InfoSAWIT, JAKARTA – Bagi petani kelapa sawit, merawat perkebunannya bukan hanya tentang hasil panen hari ini, tetapi juga tentang mengamankan masa depan keluarga mereka. Program PSR mendukung petani dengan pendanaan, bibit berkualitas, dan pelatihan untuk meningkatkan hasil dan memperbaiki mata pencaharian.

Sukasno telah terlibat dalam budidaya kelapa sawit di Desa Meranti, Jambi, sejak tahun 1991. Kemitraan ini membantunya memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya, membayar pendidikan anak-anaknya, dan bahkan menabung untuk masa depan.

Ketika pohon kelapa sawit di kebunnya menjadi tua dan kurang produktif, Sukasno menghadapi dilema yang sulit. Peremajaan membutuhkan sejumlah uang yang cukup besar, dan selama periode peremajaan, ia akan kehilangan sumber pendapatan utamanya selama tiga tahun sementara menunggu kelapa sawit muda menghasilkan buah.

BACA JUGA: Kedelai AS Lebih Mahal, China Hadapi Dilema Impor di Tengah Manuver Diplomatik

Situasi mulai berubah ketika Gapoktan Sumber Urip, kelompok petani tempat Sukasno bergabung, mulai menjajaki kemitraan dengan PT Kresna Duta Agroindo (KDA) melalui program peremajaan sawit (Peremajaan Sawit Rakyat/PSR). Program ini sejalan dengan kerangka keberlanjutan Sinar Mas Agribusiness and Food, Collective for Impact, yang bertujuan melatih 100.000 petani kecil dalam praktik pertanian yang baik hingga tahun 2035.

Selama pertemuan penyuluhan dengan PT KDA dan pejabat pemerintah, para petani mengetahui bahwa mereka dapat menerima dana sebesar IDR 50 juta untuk setiap 2 hektar yang diremajakan sebagai dukungan finansial untuk membantu membangun kembali perkebunan mereka.

Pada awalnya, Sukasno ragu, namun melihat komitmen dari perusahaan dan pemerintah memberinya kepercayaan untuk bergabung. “Dulu, sebelum program PSR dilaksanakan, pengurus Gapoktan mengadakan rapat dan sesi penyuluhan untuk menjelaskan program ini. Mereka menjelaskan dengan terbuka mengenai pendanaan untuk pengembangan perkebunan, yang membuat kami tertarik, meskipun pada awalnya kami ragu. Saya bertanya, apakah benar dana itu tidak perlu dibayar kembali?” ujar Sukasno.

BACA JUGA: HLIB Pertahankan Proyeksi Harga CPO RM4.200 per Ton

Selain dukungan finansial, Sukasno mendapatkan pengetahuan teknis yang sangat berharga. Ia menerima pelatihan tentang cara menata perkebunannya dengan benar, menanam bibit kelapa sawit dengan tepat, serta cara pemupukan yang benar dan pada waktu yang tepat. Ia juga belajar tentang tumbang ciping, yaitu proses memotong batang kelapa sawit menjadi potongan kecil setelah ditebang, sehingga lebih mudah dibersihkan, diangkut, atau dibiarkan membusuk sebagai bahan organik di lapangan.

Perbedaan hasilnya sangat mencolok. Sebagai petani mandiri, Sukasno biasa memanen sekitar 600-700 kilogram per plot. Sekarang, sebagai petani mitra, hasil panennya telah berlipat ganda menjadi 1.200-1.400 kilogram per panen. “Dulu, kami memupuk secara sembarangan, tanpa mengetahui dosis yang benar. Sekarang, berkat bimbingan rutin dari asisten lapangan, kami tahu persis apa yang harus dilakukan, dan hasilnya jauh lebih baik,” Sukasno berbagi dengan senyum bangga.

Kisah serupa datang dari Suwarno, pemimpin Gapoktan Sumber Urip. Ia mulai melakukan peremajaan melalui program ini pada tahun 2020 dan kini telah menyelesaikan tiga fase: fase pertama berusia lima tahun, fase kedua empat tahun, dan fase ketiga baru berusia satu tahun.

BACA JUGA: UMKM Bisa Jadi Tulang Punggung Sawit Keberlanjutan

Bagi Suwarno, keuntungan terbesar dari kemitraan ini adalah akses ke bibit unggul Dami Mas dan perawatan yang terstruktur untuk perkebunan. Ini mencakup persiapan lahan, jadwal pemupukan, dan mentoring rutin dari staf perusahaan.

Diskusi Gapoktan tidak terbatas pada kelapa sawit, tetapi juga mencakup interkropping dengan produksi pangan dan sayuran. Kegiatan ini didukung oleh pelatihan dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, yang juga mendorong penanaman padi gogo. Hasil panen ini memberikan pendapatan bagi petani sementara mereka menunggu kelapa sawit muda matang dan menjadi produktif.


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com