Impor Sawit India Melonjak 51% pada Januari, Diskon Lebar dari Soyoil Dongkrak Pembelian

oleh -9.934 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/Ilustrasi kegiatan panen di perkebunan kelapa sawit.

InfoSAWIT, MUMBAI – Impor minyak sawit India melonjak 51 persen pada Januari 2026 dibandingkan bulan sebelumnya, mencapai level tertinggi dalam empat bulan terakhir. Lonjakan ini dipicu selisih harga yang semakin lebar antara sawit dan minyak kedelai (soyoil), sehingga mendorong kilang penyulingan meningkatkan pembelian minyak tropis tersebut.

Data dari Solvent Extractors’ Association of India (SEA) menunjukkan, India mengimpor 766.384 metrik ton minyak sawit pada Januari, tertinggi sejak September 2025.

Sebaliknya, impor soyoil turun lebih dari 44 persen menjadi 278.888 ton, terendah sejak Juni 2024. Impor minyak bunga matahari juga merosot 23,8 persen menjadi 266.575 ton.

BACA JUGA: Cegah Alih Fungsi Sawah ke Sawit, Pemkab Mukomuko Genjot Perbaikan Irigasi

 

Diskon Lebih dari US$100 per Ton

Secara keseluruhan, total impor minyak nabati India pada Januari tercatat 1,31 juta ton, turun 3,7 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan tersebut terutama disebabkan merosotnya pembelian soyoil dan minyak bunga matahari.

Pelaku perdagangan di Mumbai menyebutkan, minyak sawit saat ini diperdagangkan dengan diskon lebih dari US$100 per ton dibandingkan soyoil, menjadikannya pilihan yang jauh lebih menarik bagi penyuling India.

Dilansir InfoSAWIT dari Reuters, Senin (16/2/2206), Kondisi ini diperkirakan akan berlanjut pada Februari, dengan proyeksi impor sawit menembus 800.000 ton seiring peralihan pembelian dari minyak bunga matahari yang lebih mahal ke minyak sawit yang lebih terjangkau.

BACA JUGA: Agroforestri Sawit–Sengon Diprediksi Capai Adopsi 98%, Tercepat 13 Tahun 

 

Dampak ke Pasar Global

Sebagai importir minyak nabati terbesar dunia, peningkatan pembelian sawit oleh India berpotensi membantu mengurangi stok di negara produsen utama seperti Indonesia dan Malaysia. Kondisi ini dapat menopang harga berjangka minyak sawit Malaysia.

Sebaliknya, penurunan impor soyoil India berpotensi menekan harga kontrak berjangka minyak kedelai Amerika Serikat.

SEA juga melaporkan bahwa stok minyak nabati di India per 1 Februari turun menjadi 1,75 juta ton, dibandingkan 2,18 juta ton pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan stok ini dipengaruhi oleh rendahnya impor dalam beberapa bulan terakhir.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalbar Periode II-Februari 2026 Naik Tipis Cenderung Stagnan

India selama ini mengimpor minyak sawit terutama dari Indonesia dan Malaysia, sementara soyoil dan minyak bunga matahari dipasok dari Argentina, Brasil, Rusia, dan Ukraina.

Perubahan pola impor ini menegaskan sensitivitas pasar India terhadap dinamika harga global, sekaligus menunjukkan peran strategis negara tersebut dalam membentuk arah perdagangan minyak nabati dunia. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com