Replanting Tertunda, Produksi Sawit Malaysia Terancam Turun Saat Harga CPO 2025 Cetak Rekor

oleh -10.921 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. Sawit Fest 2021/ Foto: Apriliagoverty/Ilustrasi peremajaan sawit.

InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Industri minyak sawit Malaysia menghadapi risiko penurunan produktivitas dalam jangka menengah hingga panjang apabila pelaku usaha terus menunda peremajaan (replanting) tanaman sawit tua, saat harga minyak sawit mentah (CPO) nasional mencetak rekor pada 2025.

Ketua Malaysian Palm Oil Council (MPOC), Datuk Carl Bek-Nielsen, menilai tingginya harga CPO justru menjadi salah satu faktor utama yang membuat perusahaan perkebunan enggan melakukan replanting. Margin keuntungan yang masih kuat mendorong pelaku usaha memilih mempertahankan tanaman tua agar tetap bisa dipanen.

“Harga yang tinggi menjadi alasan utama penundaan replanting. Saat kondisi bagus, muncul pemikiran untuk menunda satu tahun lagi, dan satu tahun sering berlanjut menjadi dua tahun. Itulah sebabnya peremajaan terus ditangguhkan karena harga, margin, dan profitabilitas sedang baik,” ujar Bek-Nielsen dilansir InfoSAWIT dari The edge Malaysia, Senin (16/2/2026).

BACA JUGA: Agroforestri Sawit–Sengon Diprediksi Capai Adopsi 98%, Tercepat 13 Tahun

Bek-Nielsen, yang juga menjabat CEO dan wakil ketua United Plantations Bhd, mengutip data Malaysian Palm Oil Board (MPOB) yang menunjukkan sekitar 1,7 juta hektare atau hampir 30% dari total luas kebun sawit Malaysia saat ini berusia 19 tahun atau lebih. Proporsi tersebut diperkirakan meningkat menjadi 35% atau lebih dari dua juta hektare pada 2027.

Menurutnya, kebun sawit berusia tua secara alami menghasilkan produktivitas lebih rendah akibat meningkatnya buah yang tidak terpanen, risiko penyakit yang lebih tinggi, serta menurunnya kepadatan tanaman. Kondisi ini pada akhirnya akan menekan hasil CPO nasional seiring waktu.

Di sisi lain, Bek-Nielsen menegaskan bahwa Malaysia masih memiliki peluang besar untuk meningkatkan produksi CPO tanpa membuka hutan baru. Melalui replanting dan penerapan praktik agronomi yang lebih baik, produksi CPO dinilai bisa naik dari sekitar 20,3 juta ton menjadi 26 juta ton, atau bertambah sekitar 5,7 juta ton.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalbar Periode II-Februari 2026 Naik Tipis Cenderung Stagnan

Kunci utamanya, kata dia, terletak pada penggunaan benih unggul berdaya hasil tinggi untuk menggantikan tanaman tua berproduktivitas rendah, disertai manajemen kebun yang lebih disiplin. “Replanting dengan material tanam berdaya hasil tinggi adalah pengubah permainan terbesar. Mengganti tanaman tua dengan material baru secara otomatis akan meningkatkan hasil CPO per hektare,” ujarnya.

Dengan pendekatan tersebut, Bek-Nielsen menilai target peningkatan produktivitas CPO Malaysia sebesar satu ton per hektare menjadi 4,5 ton per hektare pada 2035 masih realistis, asalkan program replanting dan praktik pertanian yang baik dijalankan secara konsisten.

Rekor produksi CPO Malaysia pada 2025 yang mencapai 20,28 juta ton, lanjutnya, terutama didorong oleh terselesaikannya krisis kekurangan tenaga kerja, sehingga kebun dapat memanen hasil secara lebih optimal.

BACA JUGA: Sertifikasi MSPO Tembus 90%, Malaysia Percepat Sistem Ketertelusuran Hadapi EUDR 

Dari sisi regulasi global, Bek-Nielsen menyatakan industri sawit Malaysia siap menghadapi penerapan European Union Deforestation Regulation (EUDR) yang ditunda hingga akhir 2026. Meski pembeli Eropa masih bersikap hati-hati akibat ketidakpastian kebijakan, ia menegaskan EUDR tidak menjadi ancaman bagi minyak sawit Malaysia.

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com