5 Isu Perdagangan Sawit Indonesia–India

oleh -2.841 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. InfoSAWIT/Pelabuhan Khusus Ekspor CPO.

InfoSAWIT, JAKARTA – Fadhil Hasan, Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), menegaskan ada lima isu krusial yang perlu dicermati dalam hubungan dagang minyak sawit antara Indonesia dan India. Pertama, tren penurunan impor India dari Indonesia sejak 2024. Data menunjukkan, periode Januari–Juni 2025 ekspor sawit ke India merosot hingga 28% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Faktor utama: harga sawit global yang sempat lebih tinggi dari minyak nabati lain, membuat India beralih ke sumber alternatif.

Isu kedua, program mandatory biodiesel di Indonesia. Peningkatan bauran hingga B40 menimbulkan kekhawatiran ketersediaan pasokan sawit untuk ekspor, termasuk bagi India. Rencana pemerintah menuju B50 atau lebih tinggi di tahun-tahun mendatang akan menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan pasar.

Ketiga, upaya India mengejar swasembada minyak nabati dalam dua dekade ke depan. Meski rencana itu berpotensi menekan impor, Fadhil melihat peluang kerja sama tetap terbuka, terutama dalam penyediaan bibit dan teknologi dari Indonesia.

BACA JUGA:  Harga TBS Sawit Sumut Periode 18-24 Februari 2026 Naik Tipis Cenderung Stagnan

Keempat, inkonsistensi kebijakan tarif impor di India. Kerap naik-turun secara tiba-tiba, kebijakan ini menyulitkan eksportir Indonesia memprediksi pasar. Karena itu, dialog intensif dan kampanye positif di India menjadi strategi untuk menciptakan kepastian dagang.

Terakhir, persepsi dan tuntutan pasar. Sawit masih dianggap inferior dibanding minyak nabati lain, terutama di segmen kelas menengah ke atas. Padahal, dari sisi nutrisi maupun efisiensi, sawit punya keunggulan. Perubahan persepsi, menurut Fadhil, hanya bisa dicapai melalui edukasi publik dan kampanye berkelanjutan. Selain itu, pasar India kini mulai menuntut produk sawit yang berkelanjutan, sejalan dengan tren global menuju praktik ramah lingkungan.

BACA JUGA: Henky Satrio Wibowo, Dari NGO Terjun ke Industri Sawit

“Hubungan dagang sawit Indonesia–India harus melampaui sekadar transaksi tradisional. Ia perlu merambah kerja sama penelitian, investasi, hingga kampanye bersama untuk memastikan keberlanjutan pasar,” ujar Fadhil. (T2)

Lebih lengkap baca Majalah InfoSAWIT Edisi Desember 2025

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com