Krisis Energi Tekan Konsumsi, Impor Minyak Nabati India Turun Tajam

oleh -1.873 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/CPO dialirkan ke Truk tanki.

InfoSAWIT, NEW DELHI – India, sebagai importir terbesar minyak nabati dunia, mulai memangkas impor secara signifikan seiring lonjakan harga global dan krisis energi yang dipicu konflik di Iran.

Gangguan pasokan energi global akibat konflik di kawasan Timur Tengah telah memicu kelangkaan bahan bakar di berbagai negara Asia, termasuk India. Kondisi ini berdampak langsung pada sektor jasa makanan, yang selama ini menjadi penyerap utama minyak nabati.

Di berbagai kota besar seperti New Delhi, Mumbai, hingga Bangalore, banyak restoran dan katering terpaksa mengurangi operasional akibat keterbatasan pasokan LPG. Bahkan, sebagian pelaku usaha beralih ke bahan bakar alternatif seperti minyak tanah dan kayu bakar.

BACA JUGA: Share Nilai Ekspor CPO Melonjak 26,40 Persen, Jadi Penopang Kinerja Nonmigas Awal 2026

 

Permintaan Turun Hingga 300 Ribu Ton per Bulan

Menurut Aashish Acharya dari Patanjali Foods Ltd., sekitar 40% konsumsi minyak nabati di India berasal dari sektor hotel, restoran, dan katering. Pelemahan sektor ini langsung menekan permintaan nasional.

“Permintaan minyak nabati diperkirakan turun sekitar 250.000 hingga 300.000 ton per bulan, dan bisa semakin dalam jika konflik berlanjut serta pasokan LPG tetap terbatas,” ungkap Acharya, dilansir InfoSAWIT dari Bloomberg, Jumat (3/4/2026).

Ia menambahkan, kondisi ini mencerminkan kuatnya keterkaitan antara dinamika geopolitik global dengan perubahan pola konsumsi domestik.

BACA JUGA: Zulhas: Indonesia Tak Impor Solar Lagi, Hilirisasi Sawit Jadi Kunci

Tekanan tidak hanya datang dari sisi permintaan, tetapi juga dari kenaikan biaya impor. Harga minyak nabati domestik di India dilaporkan melonjak hingga 17% dalam sebulan terakhir, dipicu oleh pelemahan mata uang, tingginya biaya logistik, serta kenaikan ongkos pengiriman.

Sementara itu, Mayur Toshniwal dari Emami Agrotech Ltd. menyebut biaya impor kini meningkat sekitar 25%.

“Dengan harga setinggi ini, permintaan akan ikut menurun karena pelaku pasar enggan menambah stok,” ungkapnya.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 1 –7 April 2026 Tembus Rp 4.065,95per Kg

 

Dampak ke Produsen Global, Termasuk Sawit

Penurunan konsumsi di India berpotensi menjadi tekanan besar bagi negara produsen minyak nabati, termasuk eksportir minyak sawit seperti Indonesia dan Malaysia.

Data dari Solvent Extractors’ Association of India menunjukkan impor minyak nabati India pada Maret turun menjadi sekitar 1,2 juta ton, dari 1,32 juta ton pada bulan sebelumnya.

“Permintaan di wilayah perkotaan masih akan tertekan dalam waktu dekat akibat kelangkaan LPG,” ungkap B.V. Mehta.

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com