InfoSAWIT, NEW DELHI – India, sebagai importir terbesar minyak nabati dunia, mulai memangkas impor secara signifikan seiring lonjakan harga global dan krisis energi yang dipicu konflik di Iran.
Gangguan pasokan energi global akibat konflik di kawasan Timur Tengah telah memicu kelangkaan bahan bakar di berbagai negara Asia, termasuk India. Kondisi ini berdampak langsung pada sektor jasa makanan, yang selama ini menjadi penyerap utama minyak nabati.
Di berbagai kota besar seperti New Delhi, Mumbai, hingga Bangalore, banyak restoran dan katering terpaksa mengurangi operasional akibat keterbatasan pasokan LPG. Bahkan, sebagian pelaku usaha beralih ke bahan bakar alternatif seperti minyak tanah dan kayu bakar.
BACA JUGA: Share Nilai Ekspor CPO Melonjak 26,40 Persen, Jadi Penopang Kinerja Nonmigas Awal 2026
Permintaan Turun Hingga 300 Ribu Ton per Bulan
Menurut Aashish Acharya dari Patanjali Foods Ltd., sekitar 40% konsumsi minyak nabati di India berasal dari sektor hotel, restoran, dan katering. Pelemahan sektor ini langsung menekan permintaan nasional.
“Permintaan minyak nabati diperkirakan turun sekitar 250.000 hingga 300.000 ton per bulan, dan bisa semakin dalam jika konflik berlanjut serta pasokan LPG tetap terbatas,” ungkap Acharya, dilansir InfoSAWIT dari Bloomberg, Jumat (3/4/2026).
Ia menambahkan, kondisi ini mencerminkan kuatnya keterkaitan antara dinamika geopolitik global dengan perubahan pola konsumsi domestik.
BACA JUGA: Zulhas: Indonesia Tak Impor Solar Lagi, Hilirisasi Sawit Jadi Kunci
Tekanan tidak hanya datang dari sisi permintaan, tetapi juga dari kenaikan biaya impor. Harga minyak nabati domestik di India dilaporkan melonjak hingga 17% dalam sebulan terakhir, dipicu oleh pelemahan mata uang, tingginya biaya logistik, serta kenaikan ongkos pengiriman.
Sementara itu, Mayur Toshniwal dari Emami Agrotech Ltd. menyebut biaya impor kini meningkat sekitar 25%.
“Dengan harga setinggi ini, permintaan akan ikut menurun karena pelaku pasar enggan menambah stok,” ungkapnya.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 1 –7 April 2026 Tembus Rp 4.065,95per Kg
Dampak ke Produsen Global, Termasuk Sawit
Penurunan konsumsi di India berpotensi menjadi tekanan besar bagi negara produsen minyak nabati, termasuk eksportir minyak sawit seperti Indonesia dan Malaysia.
Data dari Solvent Extractors’ Association of India menunjukkan impor minyak nabati India pada Maret turun menjadi sekitar 1,2 juta ton, dari 1,32 juta ton pada bulan sebelumnya.
“Permintaan di wilayah perkotaan masih akan tertekan dalam waktu dekat akibat kelangkaan LPG,” ungkap B.V. Mehta.
