InfoSAWIT, JAKARTA – Pemerintah menegaskan Indonesia kini tidak lagi mengimpor solar untuk kebutuhan bahan bakar, seiring keberhasilan program hilirisasi sawit yang terus diperkuat dalam beberapa tahun terakhir.
Dilansir InfoSAWIT dari pernyataan resmi pada Selasa (31 Maret 2026), Ketua Umum PAN sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyebut capaian tersebut tidak lepas dari implementasi program mandatori biodiesel yang telah mencapai level tinggi.
“Kita sudah tidak impor lagi solar. Kita sudah masuk B40, B50, jadi solar sudah enggak impor lagi. Jadi kalau ribut kenaikan-kenaikan bensin, kalau solar kita sudah cukup, enggak ada impor lagi, sudah cukup ya,” ujar pria yang akrab disapa Zulhas saat membuka Rakernas PAN 2026 di Kantor DPP PAN.
BACA JUGA: Krisis Energi Tekan Impor Minyak Nabati India, Permintaan Turun Tajam
Ia menjelaskan, kebijakan hilirisasi sawit berperan penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional, khususnya melalui peningkatan pemanfaatan biodiesel berbasis minyak sawit.
Dalam upaya menjaga keberlanjutan program tersebut, pemerintah berencana memperluas areal perkebunan sawit hingga mencapai 2 juta hektare dalam waktu dekat. Langkah ini ditujukan untuk memastikan pasokan bahan baku energi berbasis sawit tetap terjaga di tengah meningkatnya kebutuhan domestik.
Selain sawit, pemerintah juga tengah menyiapkan pengembangan komoditas tebu sebagai sumber energi alternatif. Rencana pengembangan tebu seluas 1 juta hektare di Papua, khususnya di Merauke, diarahkan untuk mendukung produksi etanol sebagai campuran bahan bakar bensin.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 1 –7 April 2026 Tembus Rp 4.065,95per Kg
“Saudara-saudara nanti bensin kalau kita sudah banyak tebu di Papua, sudah dikembangkan tebu di Merauke, ya itu bagus sekali, maka kita akan bikin etanol, etanol itu campuran daripada BBM,” kata Zulhas.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam mewujudkan kemandirian nasional di sektor pangan dan energi, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Perintah Bapak Presiden kita harus, harus mandiri pangan, energi, wajib termasuk hilirisasi,” tegasnya.
Kebijakan ini menunjukkan peran strategis industri sawit tidak hanya sebagai komoditas ekspor, tetapi juga sebagai tulang punggung transisi energi nasional menuju kemandirian dan pengurangan ketergantungan impor bahan bakar fosil. (T2)
