InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Emiten perkebunan asal Malaysia, AEP Plantations, resmi menandatangani perjanjian jual beli untuk mengakuisisi PT Pinago Utama Tbk (Pinago), perusahaan perkebunan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah korporasi ini dinilai menjadi strategi ekspansi signifikan yang akan memperkuat skala usaha sekaligus menopang kinerja keuangan grup dalam tahun buku berjalan.
Berdasarkan pengumuman resmi perusahaan yang disampaikan melalui kanal komunikasi korporasi AEP Plantations, Pinago memiliki basis operasional kuat di Sumatera Selatan dengan sekitar 15.400 hektare kebun kelapa sawit tertanam serta 3.500 hektare perkebunan karet, yang didukung fasilitas pengolahan terintegrasi termasuk pabrik kelapa sawit berkapasitas 120 ton per jam.
“Pinago memiliki aset perkebunan yang telah mapan dengan kemampuan produksi yang dapat langsung berkontribusi terhadap operasional grup,” ungkap Marcus Chan, Executive Director of Corporate Affairs AEP Plantations dalam keterangan dikutip InfoSAWIT, Kamis (7/5/2026).
BACA JUGA: Harga Indeks Pasar Biodiesel Mei 2026 Ditetapkan Rp14.917 per Liter
Akuisisi ini diperkirakan akan meningkatkan total area tanam kelapa sawit milik AEP Plantations sekitar 23%, memperbesar basis produksi sekaligus memperluas eksposur perusahaan pada aset produktif yang telah menghasilkan.
Manajemen AEP menilai langkah tersebut bukan sekadar ekspansi lahan, tetapi juga bagian dari strategi alokasi modal yang lebih agresif dan produktif. Perusahaan menyebut akuisisi Pinago sebagai peluang menarik untuk memanfaatkan sebagian surplus kas grup ke dalam aset perkebunan berukuran besar dengan infrastruktur yang telah terbentuk dan kontribusi laba yang solid.
“Akuisisi Pinago secara bermakna meningkatkan skala usaha kami dan memperkuat kemampuan grup untuk menghadirkan imbal hasil berkelanjutan dari basis aset produksi yang lebih besar,” ungkap Marcus.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumbar Periode 1 – 7 Mei 2026 Turun Rp45,29 per Kg
Dengan tetap menjaga neraca keuangan yang kuat pasca transaksi, AEP juga menegaskan komitmennya terhadap kebijakan dividen progresif. Strategi ini memberi sinyal bahwa ekspansi melalui akuisisi tidak hanya diarahkan untuk menambah aset, tetapi juga menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha dan nilai tambah bagi pemegang saham.
Bagi industri sawit regional, langkah AEP masuk ke Pinago mencerminkan tren meningkatnya minat perusahaan perkebunan terhadap aset-aset produktif di Indonesia, khususnya yang telah memiliki infrastruktur hilir dan kapasitas produksi siap operasi. Ini sekaligus menegaskan bahwa Sumatera Selatan masih menjadi salah satu wilayah strategis dalam peta investasi sawit Asia Tenggara. (T2)
