InfoSAWIT, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) pada PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) ditetapkan Rp. 15.575/kg pada Rabu (6/5/2026), dengan demikian harga CPO tercatat turun Rp. 50/kg atau naik sekitar 0,32% dibandingkan harga CPO pada Selasa (5/5/2026) yang mencapai Rp. 15.625/Kg.
Dari informasi yang didapat InfoSAWIT dari KPBN, harga CPO Franco Dumai ditetapkan Rp. 15.575/Kg. Harga CPO Loco Parindu dibuka Rp. 15.222/Kg, namun terjadi withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 15.062/Kg. Harga CPO Loco Kembayan ditetapkan Rp. 15.125/Kg.
Harga perdagangan minyak sawit mentah (CPO), di Bursa Malaysia Derivatives kembali ditutup melemah tajam pada perdagangan Rabu (6/5/2026), dengan penurunan mendekati 3%, seiring tekanan dari anjloknya harga minyak mentah global, melemahnya harga minyak kedelai (soyoil) di pasar Chicago, serta penguatan nilai tukar ringgit terhadap dolar Amerika Serikat.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Plasma Kalteng Periode II-April 2026 Turun Rp.114,81 per Kg
Harga kontrak acuan CPO untuk pengiriman Juli 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange (BMD) tercatat turun RM133 per ton atau melorot 2,82%, sehingga ditutup di level RM4.577 per ton metrik.
Dilansir Reuters, tekanan terhadap harga sawit terjadi setelah harga minyak mentah dunia melanjutkan pelemahan dan menyentuh level terendah dalam dua pekan terakhir. Sentimen pasar dipengaruhi laporan yang menyebutkan bahwa Washington diyakini semakin dekat mencapai kerangka kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri konflik yang berlangsung, sehingga memicu ekspektasi tambahan pasokan minyak global ke pasar.
Melemahnya harga minyak mentah secara langsung mengurangi daya tarik minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel, yang selama ini menjadi salah satu penopang permintaan CPO di pasar internasional.
BACA JUGA: Berikut Pentingnya Seleksi Dini Bibit Sawit, Kenali Gejala Abnormal Sejak Awal
Di pasar komoditas lain, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) tercatat turun 2,39%, menambah tekanan terhadap minyak sawit. Dalam dinamika pasar minyak nabati global, harga sawit kerap bergerak mengikuti tren minyak nabati pesaingnya, terutama minyak kedelai, karena keduanya bersaing dalam pangsa pasar minyak nabati dunia.
Meski demikian, pergerakan pasar minyak nabati di Asia menunjukkan arah yang lebih beragam. Harga kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian Commodity Exchange tercatat naik 0,78%, sementara harga kontrak minyak sawit di bursa yang sama menguat 0,37%.
Berikut Tender KPBN (Rp.Kg), Excld PPN pada Rabu (6/5/2026):
CPO_____
Franco Dumai Rp. 15.575-EUP
Loco Parindu Rp. 15.225 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 15.062-EUP
Loco Kembayan Rp. 15.125-EUP
Loco Ngabang Rp. 15.225 -EUP
CPKO_____
Franco Belawan Rp. 33.329 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 32.825-MM
Loco S.Mangke Rp. 33.227 (WD). Penawaran tertnggi Rp. 32.545-MM
(T2)
