InfoSAWIT, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) pada PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) ditetapkan Rp. 15.220/kg pada Rabu (29/4/2026), dengan demikian harga CPO naik Rp. 98/kg atau naik sekitar 0,66% dibandingkan harga CPO penawaran tertinggi pada Selasa (28/4/2026) yang mencapai Rp. 15.122/Kg.
Dari informasi yang didapat InfoSAWIT dari KPBN, harga CPO Franco Dumai ditetapkan Rp. 15.220/Kg. Harga CPO FOB Talang Duku ditetapkan Rp. 15.020/Kg. Harga CPO Loco Parindu dibuka Rp. 14.870/Kg, namun terjadi withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 14.695/Kg.
Harga perdagangan minyak sawit mentah (CPO), di Bursa Malaysia Derivatives cenderung terbatas pada perdagangan Rabu (29/4/2026), di tengah tarik-menarik sentimen pasar global. Penguatan harga minyak mentah dunia memberi dukungan bagi komoditas sawit, namun apresiasi nilai tukar ringgit terhadap dolar AS membatasi ruang kenaikan harga.
BACA JUGA: Masuk Usia 45 Tahun, GAPKI Sebut Industri Sawit Kunci Ekonomi dan Energi Indonesia
Dilansir Reuters, harga kontrak acuan CPO pengiriman Juli 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange tercatat melemah tipis RM2 per ton, atau turun sekitar 0,04%, menjadi RM4.534 per ton pada jeda perdagangan siang. Pergerakan yang relatif datar ini mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar terhadap perkembangan faktor eksternal yang masih beragam.
Di pasar minyak nabati pesaing, harga kontrak soyoil paling aktif di Dalian Commodity Exchange tercatat naik 0,25%, sementara harga kontrak palm oil di bursa yang sama justru turun 0,21%. Kondisi ini memperlihatkan bahwa pasar minyak nabati global masih bergerak mixed, seiring pelaku pasar mencermati keseimbangan antara permintaan, pasokan, dan dinamika energi dunia.
Sebagaimana diketahui, harga sawit global sangat sensitif terhadap pergerakan minyak nabati pesaing seperti minyak kedelai, karena keduanya bersaing ketat dalam memperebutkan pangsa pasar minyak nabati dunia, baik untuk kebutuhan pangan maupun bioenergi.
BACA JUGA: Pendapatan TLDN Naik 6,8 Persen pada Kuartal I/2026, Produksi CPO dan Efisiensi Operasional Menguat
Di sisi lain, ringgit Malaysia menguat 0,03% terhadap dolar AS, membuat harga CPO menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing. Faktor kurs ini kerap menjadi sentimen penting dalam perdagangan sawit Malaysia karena berpengaruh langsung terhadap daya saing ekspor.
Tekanan tambahan juga datang dari sisi ekspor. Data surveyor kargo menunjukkan ekspor produk sawit Malaysia selama periode 1–25 April 2026 diperkirakan turun antara 15,7% hingga 16,8% dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya. Penurunan ekspor ini menjadi indikator bahwa permintaan global masih menghadapi tekanan, terutama dari negara-negara importir utama yang tengah berhitung dengan tingginya volatilitas harga komoditas dan biaya logistik.
Berikut Tender KPBN (Rp.Kg), Excld PPN pada Rabu (29/4/2026):
CPO_____
Franco Dumai Rp. 15.220-EUP
FOB Talang Duku Rp. 15.020-PRISCOLIN
Loco Parindu Rp. 14.870 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 14.695-EUP
Loco Kembayan Rp. 14.770 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 14.670-EUP
Loco Ngabang Rp. 14.870 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 14.855-EUP
PK_____
Franco Belawan Rp. 15.652-PHPO
(T2)
