Harga CPO Pekan Depan Diproyeksi Bergerak di Kisaran RM4.200-RM4.550 per Ton

oleh -133 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. Istimewa/Bursa Malaysia Derivatives.

InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Pergerakan kontrak berjangka minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives pada pekan depan diperkirakan masih berada dalam rentang terbatas, meskipun pelaku pasar mencermati prospek produksi yang berpotensi melemah.

Senior pedagang minyak sawit dari Interband Group of Companies, Jim Teh, memperkirakan harga CPO akan diperdagangkan pada kisaran RM4.200 hingga RM4.300 per ton pada pekan depan. Proyeksi tersebut muncul di tengah posisi stok minyak sawit Malaysia yang masih kuat berdasarkan laporan Malaysian Palm Oil Board (MPOB) untuk April lalu.

Menurut Teh, level harga tersebut berpotensi menarik minat beli dari sejumlah negara konsumen utama minyak sawit dunia.

BACA JUGA: RSPO Dorong Sertifikasi Jadi Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya

“Harga pada kisaran ini kemungkinan akan menarik pembeli dari India, Tiongkok, Pakistan, Timur Tengah, Uni Eropa, dan Amerika Serikat,” ujarnya dilansir Bernama, Minggu (14/6/2026).

Sementara itu, pandangan yang lebih optimistis disampaikan oleh pedagang independen berbasis di Kuala Lumpur dari Iceberg X Sdn Bhd, David Ng. Ia menilai kontrak berjangka CPO berpeluang bergerak dengan kecenderungan menguat seiring kekhawatiran pasar terhadap prospek produksi yang lebih rendah.

“Kami memperkirakan harga akan berada di kisaran RM4.400 hingga RM4.550 per ton pada pekan depan,” kata Ng.

BACA JUGA: RSPO Telah Salurkan Rp416 Miliar untuk Petani Sawit

 

Harga CPO Terkoreksi pada Perdagangan Sepekan

Meski terdapat proyeksi yang beragam untuk pekan mendatang, secara mingguan harga kontrak CPO masih mencatat pelemahan.

Berdasarkan perbandingan perdagangan Jumat ke Jumat, kontrak Juni 2026 turun RM105 menjadi RM4.387 per ton. Kontrak Juli 2026 melemah RM91 menjadi RM4.435 per ton.

Sementara itu, kontrak Agustus 2026 terkoreksi RM73 menjadi RM4.511 per ton, sedangkan kontrak September 2026 turun RM79 menjadi RM4.475 per ton.

BACA JUGA: CPOPC Dorong Generasi Muda Jadi Duta Informasi Sawit Berkelanjutan

Kontrak Oktober 2026 juga mengalami penurunan sebesar RM72 menjadi RM4.544 per ton, diikuti kontrak November 2026 yang melemah RM76 dan ditutup pada posisi RM4.571 per ton.

Di tengah pelemahan harga, aktivitas perdagangan justru menunjukkan peningkatan signifikan. Volume transaksi mingguan melonjak menjadi 418.814 lot, dibandingkan 298.261 lot pada pekan sebelumnya.

Sebaliknya, open interest atau posisi terbuka mengalami penurunan menjadi 283.513 kontrak, dari sebelumnya 293.957 kontrak. Kondisi ini mengindikasikan adanya aksi likuidasi oleh sebagian pelaku pasar setelah periode volatilitas harga.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 10-16 Juni 2026 Naik Rp268,96 per Kg

Di pasar fisik, harga CPO untuk pengiriman Juni South tercatat turun RM50 menjadi RM4.470 per ton.

Pelaku pasar diperkirakan akan terus memantau perkembangan produksi di Malaysia, tren permintaan dari negara-negara importir utama, serta dinamika harga minyak nabati pesaing dalam menentukan arah pergerakan CPO pada pekan mendatang. Kombinasi antara stok yang relatif kuat dan potensi penurunan produksi diperkirakan akan menjadi faktor utama yang membentuk sentimen pasar. (T2)

 

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com