BPDP, Ditjenbun, dan PT Koompasia Enviro Institute Perkuat Kompetensi Pekebun Aceh Singkil melalui Field Trip di Verdant Bioscience PT Timbang Deli Indonesia

oleh -180 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/BPDP bersama Ditjenbun dan PT Koompasia Enviro Institute (KEI) mengajak puluhan pekebun swadaya melihat langsung praktik terbaik pengelolaan kebun melalui kegiatan field trip di Verdant Bioscience PT Timbang Deli Indonesia.

InfoSAWIT, DELI SERDANG – Pembelajaran di ruang kelas dinilai belum cukup untuk membentuk pekebun kelapa sawit yang kompeten. Karena itu, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian RI dan PT Koompasia Enviro Institute (KEI) mengajak puluhan pekebun swadaya melihat langsung praktik terbaik pengelolaan kebun melalui kegiatan field trip di Verdant Bioscience PT Timbang Deli Indonesia, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang.

Kunjungan lapangan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDM-PKS) Tahun 2026, yang diikuti 90 pekebun beserta pendamping pekebun swadaya asal Kabupaten Aceh Singkil. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pengalaman langsung mengenai penerapan Good Agricultural Practices (GAP) di perkebunan komersial.

Selama berada di lokasi, peserta diajak meninjau pengelolaan areal Tanaman Belum Menghasilkan (TBM), Tanaman Menghasilkan (TM), hingga unit pembenihan (nursery). Selain itu, mereka mempelajari berbagai aspek teknis, mulai dari standar operasional budidaya, pemupukan berimbang, teknik pemeliharaan tanaman, pengendalian gulma, konservasi lahan, hingga sistem manajemen kebun yang mendukung peningkatan produktivitas secara berkelanjutan.

BACA JUGA: Di Dalam Negeri: Pasokan Ketat, Ongkos CPO Membengkak

Pendekatan pembelajaran di lapangan memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi langsung dengan praktisi perkebunan. Mereka dapat mengamati proses kerja secara nyata sekaligus membandingkan metode yang selama ini diterapkan di kebun masing-masing dengan standar operasional yang dijalankan perusahaan.

Master Trainer PT Koompasia Enviro Institute, Ichsan, mengatakan bahwa field trip dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghubungkan materi pelatihan dengan praktik yang diterapkan di lapangan.

“Melalui kunjungan ini, peserta dapat melihat secara langsung bagaimana setiap tahapan budidaya dilaksanakan sesuai standar. Kami berharap setelah kembali ke daerah masing-masing, mereka tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkan praktik-praktik terbaik tersebut di kebun miliknya sehingga produktivitas dapat meningkat secara berkelanjutan,” ujar Ichsan dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Senin (28/7/2026).

BACA JUGA: BPDP, Ditjenbun, dan PT Koompasia Enviro Institute Tingkatkan Kompetensi 90 Pekebun Aceh Singkil Melalui Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit Berstandar Tinggi

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Berbagai pertanyaan mengenai teknik budidaya, efisiensi pemeliharaan tanaman, hingga strategi pengelolaan kebun produktif disampaikan kepada tim teknis Verdant Bioscience PT Timbang Deli Indonesia.

Salah seorang peserta, Yadi Al Bahri, mengaku pengalaman tersebut membuka wawasan baru mengenai pengelolaan kebun sawit yang sesuai standar industri.

“Selama ini kami hanya mengetahui teori atau kebiasaan yang berkembang di lapangan. Dengan melihat langsung praktik di perkebunan, kami menjadi lebih memahami standar budidaya yang benar. Banyak hal yang akan kami terapkan ketika kembali mengelola kebun di Aceh Singkil,” katanya.

BACA JUGA: Kementan Gandeng BRIN, PTPN I dan Pemda Perkuat Riset Perkebunan Berkelanjutan di Lampung Selatan

Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit berlangsung pada 20–25 Juli 2026 di Hotel AIHO Medan dan dilaksanakan dalam tiga angkatan, yakni Angkatan IV, V, dan VI. Selama enam hari, peserta mendapatkan materi yang mengombinasikan pembelajaran di kelas dengan praktik lapangan agar pengetahuan yang diperoleh lebih aplikatif.

Program SDM-PKS yang didukung BPDP dan Ditjenbun merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit Indonesia. Melalui pelatihan berbasis kompetensi, pekebun swadaya diharapkan mampu menerapkan teknik budidaya yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan hasil kebun sekaligus menjadi contoh bagi petani lain di daerahnya.

Kegiatan field trip di Verdant Bioscience PT Timbang Deli Indonesia juga menjadi gambaran pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pelatihan dalam menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif. Dengan pengalaman langsung di lapangan, pekebun tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga bekal praktis untuk meningkatkan daya saing perkebunan kelapa sawit rakyat di masa depan. (T2)

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com