Karhutla Kayong Utara Ditangani Lintas Sektor, Anak Usaha PAS Agro Turunkan Personel dan Sarana Pemadaman

oleh -150 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/Ilustrasi pemadaman kebakaran lahan di perkebunan kelapa sawit.

InfoSAWIT, KAYONG UTARA – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, dilakukan melalui koordinasi lintas sektor. Pemerintah, aparat keamanan, masyarakat, hingga dunia usaha bergerak bersama untuk mempercepat pemadaman dan mencegah kebakaran meluas.

Dilansir InfoSAWIT dari Antara, Kamis (10/9/2026), Kepala Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPT KPH) Wilayah Kayong, Ponty Wijaya, mengatakan penanganan karhutla membutuhkan respons cepat dan dukungan berbagai pihak.

Salah satu lokasi penanganan berada di Desa Mata-Mata, Kabupaten Kayong Utara. Di wilayah tersebut, UPT KPH Wilayah Kayong bersama TNI, Polri, masyarakat, dan pihak perusahaan terlibat dalam upaya pemadaman.

BACA JUGA: Sosok Tomy Winata Menjaga Keberlanjutan Kawasan Konservasi

Menurut Ponty, keterlibatan dunia usaha menjadi salah satu dukungan penting dalam memperkuat kapasitas penanganan di lapangan. Perusahaan tidak hanya memberikan dukungan material, tetapi juga menurunkan personel secara langsung untuk membantu proses pemadaman.

“Kami mengapresiasi dukungan dari pihak perusahaan. Adapun dukungan yang diberikan di lapangan adalah menurunkan langsung personel membantu pemadaman dan sarana prasarana pemadaman,” kata Ponty.

Ia menyebut keterlibatan perusahaan menunjukkan bahwa dunia usaha dapat mengambil bagian dalam penanggulangan bencana lingkungan, khususnya ketika kondisi lapangan membutuhkan mobilisasi sumber daya secara cepat.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumsel Periode I September 2026 Tertinggi Rp3.823,99/Kg, Ini Daftar Plasma dan Swadaya

 

Artha Graha Peduli Terlibat dalam Pemadaman

Kolaborasi penanganan karhutla tersebut melibatkan KPH Wilayah Kayong, TNI, Polri, masyarakat, serta Artha Graha Peduli melalui PT Cipta Usaha Sejati dan PT Jalin Vaneo.

Upaya pemadaman tidak hanya dilakukan di Desa Mata-Mata. Tim juga bergerak di sejumlah desa lain di sekitar Kecamatan Simpang Hilir yang memiliki potensi terdampak kebakaran.

Kondisi tersebut membuat koordinasi antarinstansi menjadi faktor penting. Masing-masing pihak dapat mengisi kebutuhan di lapangan, mulai dari personel, peralatan pemadaman, pemantauan lokasi, hingga dukungan informasi mengenai titik rawan kebakaran.

BACA JUGA: Kebun Sawit Ditertibkan, SPKS Pertanyakan Siapa Penerima Manfaat Ekonomi

Keterlibatan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam strategi penanganan karhutla. Sebagai pihak yang berada paling dekat dengan kawasan rawan, masyarakat memiliki peran strategis dalam mendeteksi kemunculan api sejak dini.

Respons cepat warga dapat membantu mempercepat penyampaian informasi kepada petugas sehingga upaya pemadaman dapat dilakukan sebelum api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

 

Pencegahan Karhutla Jadi Prioritas

Penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan pemadaman ketika api sudah muncul. Kolaborasi lintas sektor juga diarahkan untuk memperkuat upaya pencegahan dan kesiapsiagaan.

BACA JUGA: Sawit Watch Soroti Syarat 20 Tahun dalam Surat Edaran Perlindungan Masyarakat di Kawasan Hutan

Sejumlah langkah yang dapat dilakukan antara lain patroli bersama di kawasan rawan, pemantauan kondisi lahan, deteksi dini, edukasi kepada masyarakat, serta peningkatan kesiapan personel dan sarana pemadaman.

Pendekatan pencegahan menjadi penting karena penanganan kebakaran pada tahap awal memungkinkan sumber daya dikerahkan secara lebih efektif sekaligus mengurangi potensi kerusakan terhadap hutan dan lingkungan.

Karhutla yang terjadi sepanjang 2026 kembali menunjukkan bahwa perlindungan kawasan hutan membutuhkan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan. Pemerintah melalui KPH, aparat TNI dan Polri, masyarakat, serta dunia usaha memiliki peran yang saling melengkapi.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Turun pada Rabu (8/9), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Melemah

UPT KPH Wilayah Kayong menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak terkait. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus memperkuat sistem pencegahan dan penanganan karhutla di wilayah kerja KPH.

Dengan sinergi yang terbangun sejak tahap pencegahan, respons terhadap titik api diharapkan dapat dilakukan lebih cepat sehingga risiko kebakaran meluas dapat ditekan. (T1)

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com