BRIN Dorong Diversifikasi Produk Hilir Sawit Berbasis Riset dan Inovasi

oleh -79 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/Ilustrasi beragam produk hilir minyak sawit.

InfoSAWIT, JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong penguatan industri sawit nasional melalui diversifikasi produk hilir berbasis riset dan inovasi. Pengembangan industri sawit dinilai perlu bergeser dari sekadar mengejar besarnya produksi komoditas menuju penciptaan nilai tambah melalui beragam produk dengan pemanfaatan yang lebih luas.

Dilansir InfoSAWIT dari BRIN, Rabu (9/9/2026), Kepala Pusat Riset Teknologi Proses BRIN, Hens Saputra, menekankan bahwa penguatan industri sawit perlu ditempatkan dalam perspektif penciptaan nilai tambah. Menurutnya, sawit tidak semestinya hanya dipandang sebagai komoditas, tetapi sebagai platform untuk menghasilkan berbagai produk melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi.

“Bukan berapa banyak sawit yang dihasilkan, tetapi penambahan nilainya. Perspektif tersebut membuka peluang untuk menempatkan sawit sebagai bagian dari ekosistem pengembangan produk dan industri berbasis inovasi. Dengan demikian, sawit berpotensi menjadi salah satu kekuatan industri masa depan Indonesia,” ujarnya.

BACA JUGA: Meredam Dampak El Niño untuk Keberlanjutan Sawit Nasional

Hal tersebut mengemuka dalam Sharing Session #18 Tahun 2026 bertajuk “Perluasan Diversifikasi Produk Hilir sebagai Strategi Penguatan Industri Sawit Indonesia” yang diselenggarakan Pusat Riset Teknologi Proses BRIN secara daring pada Jumat (4/9/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Perekayasa Ahli Utama Pusat Riset Teknologi Proses BRIN, Indra Budi Susetyo, serta Direktur Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia, Jenny Elisabeth. Keduanya membahas peluang pengembangan produk hilir sawit untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.

Indra menjelaskan, industri sawit memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia dengan melibatkan lebih dari 17 juta tenaga kerja secara langsung maupun tidak langsung. Jika anggota keluarga turut diperhitungkan, sektor tersebut berdampak terhadap lebih dari 50 juta masyarakat serta memberikan efek pengganda bagi berbagai sektor.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Plasma Riau Periode 9–15 September 2026 Naik, Umur 9 Tahun Rp3.994,10/Kg

Besarnya peran industri sawit tersebut membuat pengembangannya dinilai perlu diarahkan tidak hanya pada produksi komoditas primer. Diversifikasi dan penguatan industri hilir berbasis teknologi diperlukan untuk memperluas pemanfaatan sawit sekaligus meningkatkan nilai tambah yang dihasilkan.

Menurut Indra, karakteristik kimia minyak sawit memberikan peluang yang luas untuk menghasilkan berbagai produk turunan. Saat ini, konsumsi minyak sawit terbesar masih berada pada sektor pangan dan energi. Sementara pemanfaatannya untuk oleokimia dasar, terutama dalam produk perawatan diri, kosmetik, dan berbagai produk lainnya, masih relatif kecil.

“Padahal, potensi pengembangan produk berbasis sawit tidak berhenti pada sektor tersebut. Minyak sawit dapat dikembangkan lebih luas untuk berbagai kebutuhan industri, termasuk pelumas dan material berbasis polimer yang memiliki penggunaan luas,” ujarnya.

BACA JUGA: Tumbal Proyek Karhutla: Petani, Sawit, dan Politik Kambing Hitam Tata Kelola

Ia menambahkan, tantangan industri sawit ke depan adalah menghasilkan lebih banyak produk inovatif dengan nilai tambah tinggi. Pengembangan tersebut diharapkan mampu memperluas pemanfaatan sekaligus meningkatkan penyerapan minyak sawit dalam volume yang lebih besar.

Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan penguasaan teknologi, pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar, serta riset yang mampu menjawab tantangan industri secara berkelanjutan.

Kebutuhan terhadap penguatan teknologi tersebut kemudian mendorong munculnya gagasan pengembangan Center of Excellence for Oleochemicals (CoE Oleokimia). Gagasan tersebut disampaikan Kelompok Riset 8 Teknologi Proses Produk Tanaman Industri (Industrial Crop Processing Technology) Pusat Riset Teknologi Proses BRIN.

BACA JUGA: Bappenas: Hilirisasi Sawit Harus Dimulai dari Pembenahan Sektor Hulu

Ketua Kelompok Riset, Lanjar, yang mewakili kelompok risetnya, menyampaikan gagasan CoE Oleokimia sebagai upaya memperkuat ekosistem riset dan inovasi dalam pengembangan produk hilir berbasis minyak sawit.

Gagasan tersebut dilandasi kebutuhan untuk mengintegrasikan kompetensi dan sumber daya riset dalam pengembangan teknologi oleokimia. Pusat unggulan tersebut diharapkan dapat mempertemukan kompetensi peneliti, infrastruktur riset, perguruan tinggi, serta mitra industri untuk mengembangkan teknologi dan produk oleokimia berbasis sawit secara lebih terpadu.

Pengembangan CoE Oleokimia juga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan riset dalam skala laboratorium. Integrasi yang dibangun diarahkan untuk mendorong translasi hasil riset menjadi teknologi dan produk bernilai tambah yang relevan dengan kebutuhan industri.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Withdraw pada Senin (7/9), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Menguat

Dengan pendekatan tersebut, CoE Oleokimia dapat menjadi penghubung antara kegiatan riset dan pengembangan teknologi dengan kebutuhan, tantangan, serta peluang yang dihadapi industri. Sinergi antara kompetensi, infrastruktur, dan kebutuhan pasar dinilai penting agar hasil riset dapat bergerak menuju pemanfaatan yang lebih luas.

 

Potensi Diversifikasi Produk Pangan Sawit

Selain sektor oleokimia, industri pangan juga masih memiliki ruang diversifikasi yang besar. Direktur Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia, Jenny Elisabeth, menyebut secara global lebih dari 70 persen minyak sawit digunakan untuk produk pangan.

“Pemanfaatannya telah mencakup beragam produk, mulai dari minyak goreng, shortening, margarin, produk roti, confectionery, hingga pengganti lemak susu dan cocoa butter. Luasnya penggunaan tersebut sekaligus membuka peluang pengembangan produk baru dengan karakteristik yang semakin spesifik,” jelasnya.

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com