InfoSAWIT, YOGYAKARTA – Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) Yogyakarta menyambut 1.135 mahasiswa baru pada Tahun Akademik 2026/2027. Dari jumlah tersebut, sebanyak 150 mahasiswa tercatat sebagai penerima beasiswa Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS), yang menjadi bagian dari upaya menyiapkan talenta unggul untuk mendukung keberlanjutan industri sawit nasional.
Dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Jumat (4/9/2026), jumlah mahasiswa baru INSTIPER Yogyakarta tahun akademik 2026/2027 meningkat 218 orang atau 20,8% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 876 mahasiswa baru untuk jenjang sarjana.
Dari total 1.135 mahasiswa baru, sebanyak 1.058 mahasiswa menempuh pendidikan program sarjana, sedangkan 77 lainnya merupakan mahasiswa program pascasarjana.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik pada Kamis (3/9), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Melemah
Pada jenjang sarjana, Fakultas Pertanian menjadi pilihan terbesar dengan 766 mahasiswa atau sekitar 72,4%. Selanjutnya, Fakultas Teknologi Pertanian menerima 196 mahasiswa atau 18,5%, sementara Fakultas Kehutanan mencatat 96 mahasiswa atau sekitar 9%.
Mahasiswa baru tersebut berasal dari 28 provinsi di Indonesia. Sumatera Utara menjadi daerah asal dengan jumlah mahasiswa terbanyak, kemudian disusul Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Jawa Tengah.
150 Mahasiswa Terima Beasiswa SDM Sawit
Besarnya jumlah mahasiswa penerima beasiswa turut menunjukkan dukungan berbagai pihak terhadap INSTIPER dalam menyiapkan sumber daya manusia bagi sektor perkebunan.
BACA JUGA: GAPKI Kaltara Bagikan Masker untuk Warga Terdampak Kabut Asap Karhutla di Bulungan
Pada Tahun Akademik 2026/2027, sebanyak 329 mahasiswa atau sekitar 29% dari keseluruhan mahasiswa baru INSTIPER tercatat menerima beasiswa.
Dari jumlah tersebut, 150 mahasiswa merupakan penerima beasiswa SDM Perkebunan Kelapa Sawit yang diberikan melalui Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kementerian Keuangan.
Program tersebut diarahkan untuk mendukung penyiapan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan mampu berkontribusi terhadap perkembangan industri perkebunan kelapa sawit.
BACA JUGA: PSR Kutai Timur Dipercepat, 1.900 Hektare Sawit Rakyat Disiapkan Menuju Sertifikasi ISPO
Selain beasiswa SDM PKS, dukungan pendidikan juga datang dari sejumlah perusahaan dan pemerintah daerah. PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), misalnya, mengirimkan 35 mahasiswa penerima beasiswa untuk menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Kehutanan.
RAPP sendiri disebut telah memberikan beasiswa kepada INSTIPER selama 16 tahun. Sementara itu, Asian Agri Group memberikan beasiswa kepada 13 mahasiswa, Karyamas Plantation 59 mahasiswa, PT London Sumatra Indonesia 20 mahasiswa, dan PT Bumitama Gunajaya Agro sebanyak sembilan mahasiswa.
Dukungan lainnya berasal dari Mahitala Ingkeng Gemah untuk dua mahasiswa, Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada sebanyak lima mahasiswa, serta 36 mahasiswa melalui program KIP Kuliah.
BACA JUGA: Karhutla Kalimantan Barat Berulang, Link-AR Borneo Soroti Ekspansi Sawit dan Ketimpangan Lahan
INSTIPER Perkuat Kompetensi SDM Perkebunan
Rektor INSTIPER Yogyakarta, Dr. Harsawardana, M.Eng., mengatakan kepercayaan dari berbagai mitra menjadi bagian penting dalam upaya perguruan tinggi tersebut meningkatkan kualitas pendidikan dan kompetensi mahasiswa.
“Selamat datang di Kampus INSTIPER yang kita banggakan. Kalian berada di tempat yang tepat untuk mempersiapkan masa depan. INSTIPER Yogyakarta merupakan perguruan tinggi yang telah dipercaya untuk mencetak sumber daya manusia unggul yang siap memasuki dunia kerja dan dunia industri,” ujar Harsawardana.
Menurutnya, INSTIPER memiliki posisi yang kuat melalui core competency di bidang perkebunan dan kehutanan yang telah dibangun selama ini. Kompetensi tersebut turut memperkuat kepercayaan perusahaan maupun instansi pemerintah untuk menjalin kerja sama dengan kampus tersebut.
