“Kepercayaan dari berbagai mitra tersebut merupakan bukti dari kerja sama yang telah terbangun sekaligus menjadi tanggung jawab INSTIPER untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan kompetensi mahasiswa,” lanjutnya.
Sejalan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang, INSTIPER juga memperkuat kemampuan mahasiswa melalui Higher Order Thinking Skills (HOTS) dan pengembangan kompetensi 6C, yakni Communication, Collaboration, Critical Thinking, Creative Thinking, Computational Logic, dan Compassion.
Kompetensi tersebut diharapkan melengkapi kemampuan akademik mahasiswa sehingga lulusan INSTIPER lebih siap memasuki dunia kerja, terutama di sektor perkebunan, kehutanan, dan agroindustri.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kaltim Periode II-Agustus 2026 Naik Rp42,97 per Kg
Riset dan Inovasi Jadi Kunci Daya Saing Perkebunan
Dalam rangkaian Pembukaan Kuliah Tahun Akademik 2026/2027, INSTIPER juga menghadirkan Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Puji Lestari, Ph.D., untuk memberikan kuliah umum.
Kuliah umum tersebut mengangkat tema “Peranan Riset dan Inovasi dalam Meningkatkan Daya Saing Produk Perkebunan”.
Puji mengatakan berbagai komoditas perkebunan memiliki peran penting bagi perekonomian Indonesia. Karena itu, penguatan riset dan inovasi diperlukan untuk meningkatkan daya saing produk perkebunan nasional, mulai dari sektor hulu hingga hilirisasi.
BACA JUGA: HR CPO September 2026 Naik Jadi US$1.007,51, BK US$148 dan PE 12,5 Persen
“Komoditas perkebunan, seperti kelapa sawit, kakao, kopi, kelapa, sagu, pinang, lada, dan tembakau memiliki peran yang krusial bagi Indonesia. BRIN berkomitmen untuk mendukung riset dan inovasi untuk menghasilkan produk perkebunan nasional yang berdaya saing dari on farm hingga hilirisasi,” jelas Puji.
Menurutnya, pengembangan sektor perkebunan perlu diarahkan pada peningkatan produktivitas, mutu, efisiensi, nilai tambah, hingga perluasan akses pasar.
Selain pembelajaran akademik, INSTIPER juga membekali mahasiswa melalui INSTIPER Academy, sebuah program pendamping kurikulum yang dirancang untuk mendukung pencapaian kompetensi lulusan.
BACA JUGA: Agrinas Palma Nusantara Salurkan Bantuan untuk 1.560 Warga Terdampak Gempa NTT
Mahasiswa baru selanjutnya mengikuti rangkaian Orientasi Kampus dan Kenal Kebun (OKKABUN) yang berlangsung pada 31 Agustus hingga 9 September 2026. Kegiatan tersebut juga mencakup agenda Kenal Kebun di KP2 Ungaran pada 5–7 September 2026.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya mengenal lingkungan kampus dan budaya akademik, tetapi juga memperoleh pengalaman awal mengenai dunia perkebunan sebagai bagian dari proses pendidikan di INSTIPER.
Dengan meningkatnya jumlah mahasiswa baru serta dukungan berbagai program beasiswa, termasuk beasiswa SDM perkebunan kelapa sawit, INSTIPER menegaskan perannya dalam mempersiapkan tenaga profesional yang mampu menjawab kebutuhan industri perkebunan, kehutanan, dan agroindustri Indonesia. (T2)
