Vision AI Mulai Digunakan untuk Pantau Perkebunan Sawit dari Pembibitan hingga Panen

oleh -3.536 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai diarahkan untuk mendukung pemantauan perkebunan kelapa sawit secara lebih terintegrasi.

JAKARTA, InfoSAWIT – Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai diarahkan untuk mendukung pemantauan perkebunan kelapa sawit secara lebih terintegrasi. Teknologi pengolahan citra atau Vision AI dikembangkan untuk membantu mengidentifikasi kondisi tanaman, menghitung populasi tegakan, memperkirakan produksi hingga mendukung pemeriksaan kualitas Tandan Buah Segar (TBS).

Syarifarudin Afa, Advisor AI PT Lembaga Aplikasi Teknologi (LAT) Trisakti untuk perkebunan kelapa sawit, mengatakan salah satu pendekatan yang dikembangkan adalah pemrosesan AI secara on-premises, yakni model dan data diproses menggunakan infrastruktur komputasi yang berada di lingkungan perusahaan.

“Pemrosesan secara on-premises pada mySAP365 AIX memberikan pilihan bagi perusahaan untuk mengelola data dan model AI di lingkungan infrastrukturnya sendiri,” ujar Afa dalam keterangan resmi yang diterima InfoSAWIT, Rabu (12/8/2026), di sela gelaran teknologi AIX 2026 yang berlangsung di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, pada 11–13 Agustus 2026.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 12-18 Agustus 2026 Turun Rp61,74 per Kg

Menurut dia, pendekatan tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam pengelolaan data perkebunan, terutama ketika perusahaan membutuhkan pengendalian lebih besar terhadap data operasional dan citra tanaman yang dikumpulkan dari lapangan.

 

Pemantauan Dimulai dari Pembibitan

Pada tahap pembibitan, analisis citra dapat digunakan untuk membantu melakukan pemeriksaan kondisi bibit di pre-nursery maupun main nursery.

Parameter visual seperti warna daun, kondisi tajuk dan bentuk tanaman dapat menjadi bagian dari data yang dianalisis. Sistem juga dapat diarahkan untuk mengidentifikasi bibit dengan pertumbuhan tidak normal atau karakteristik yang berbeda dari standar yang telah ditetapkan perusahaan.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik pada Selasa (11/8), Harga CPO Malaysia Diramal Tetap Kuat pada Paruh Kedua 2026

Hasil analisis tersebut kemudian dapat digunakan sebagai informasi tambahan dalam proses seleksi bibit sebelum tanaman dipindahkan ke lapangan.

Menurut Syarifarudin, pemanfaatan AI pada tahap awal tersebut juga memungkinkan data kondisi tanaman dikumpulkan sejak pembibitan.

“Data dari pembibitan, pertumbuhan tanaman, hingga produksi dapat dikembangkan menjadi rangkaian informasi yang saling terhubung. Namun, hasil analisis tetap perlu divalidasi dengan kondisi aktual di lapangan,” katanya.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Plasma Riau Periode 12-18 Agustus 2026 Turun Rp70,53 per Kg

Setelah tanaman ditanam di lapangan, kebutuhan pemantauan berubah dari pemeriksaan individu bibit menjadi pemantauan populasi dan perkembangan tanaman.

Citra yang diperoleh melalui drone maupun kamera dapat digunakan untuk membantu melakukan sensus tegakan. Analisis citra dapat diarahkan untuk mengidentifikasi tanaman mati, titik tanam yang kosong atau gap, serta perubahan perkembangan tajuk tanaman.

Data tersebut dapat dipadukan dengan informasi geografis melalui sistem GIS sehingga lokasi tanaman yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut dapat diketahui.

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com