InfoSAWIT, PADANG – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Sumatera Barat mengalami kenaikan pada Periode II September 2026 yang berlaku 8–14 September 2026. Untuk tanaman sawit berumur 10–20 tahun, harga TBS ditetapkan sebesar Rp4.027,65/kg, naik Rp22,18/kg dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat sebesar Rp4.005,47/kg.
Penetapan harga tersebut dilakukan melalui rapat Tim Penetapan Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Provinsi Sumatera Barat pada Jumat, 11 September 2026. Rapat berlangsung di Aula Bidang Perkebunan, Jalan Rasuna Said Nomor 77, Padang.
Berdasarkan penelusuran InfoSAWIT dari Berita Acara Penetapan Harga TBS Periode II Tahun 2026 Provinsi Sumatera Barat, harga TBS ditetapkan berdasarkan umur tanaman. Ketetapan tersebut berlaku bagi seluruh KUD yang bermitra di wilayah Provinsi Sumatera Barat.
BACA JUGA: RSI – USU Dorong Penguatan Kelembagaan Petani Sawit
Berikut harga TBS kelapa sawit Provinsi Sumatera Barat periode 8–14 September 2026 berdasarkan umur tanaman:
Umur 3 tahun: Rp3.164,69/kg
Umur 4 tahun: Rp3.343,95/kg
Umur 5 tahun: Rp3.562,34/kg
Umur 6 tahun: Rp3.657,36/kg
Umur 7 tahun: Rp3.798,59/kg
Umur 8 tahun: Rp3.938,82/kg
Umur 9 tahun: Rp4.016,86/kg
Umur 10–20 tahun: Rp4.027,65/kg
Umur 21 tahun: Rp3.873,93/kg
Umur 22 tahun: Rp3.867,12/kg
Umur 23 tahun: Rp3.808,10/kg
Umur 24 tahun: Rp3.629,78/kg
Umur 25 tahun: Rp3.588,10/kg
Dalam penetapan harga kali ini, harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) ditetapkan sebesar Rp15.756,19/kg. Sementara harga inti sawit atau kernel berada di level Rp13.462,13/kg.
Adapun Indeks K yang digunakan dalam perhitungan harga TBS tercatat sebesar 94,34%, sedangkan harga cangkang ditetapkan sebesar Rp15,63/kg.
Sementara itu, Tim Penetapan Harga TBS Sumatera Barat telah menjadwalkan penetapan harga untuk Periode III September 2026 yang berlaku 15–21 September 2026 pada Rabu, 16 September 2026. (T2)
Disclaimer: Pemberitaan ini hanya untuk informasi harga TBS sesuai penetapan Dinas Perkebunan setempat. Harga transaksi TBS di tingkat lapangan dapat berbeda tergantung kebijakan masing-masing perusahaan atau pabrik kelapa sawit.
