InfoSAWIT, YOGYAKARTA – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo memperkuat kemitraan dengan petani sawit rakyat melalui penyelenggaraan PSR Award 2026. Penghargaan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mendorong peningkatan produktivitas, tata kelola, sekaligus keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat.
Dilansir InfoSAWIT dari Antara, Minggu (13/9/2026), Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan kemitraan dengan petani merupakan bagian fundamental bagi keberlangsungan operasional perusahaan.
Menurut Jatmiko, hubungan antara perusahaan dan petani perlu dibangun melalui pola kemitraan yang transparan, produktif, saling menguntungkan, serta berorientasi pada keberlanjutan.
BACA JUGA: SPKS Khawatir Kebijakan Ekspor Sawit Satu Pintu Tekan Harga TBS Petani
“Kami menegaskan komitmen untuk tumbuh bersama petani sawit rakyat melalui kemitraan yang transparan, produktif, saling menguntungkan, dan berkelanjutan,” kata Jatmiko dalam Gala Dinner dan PSR Award 2026 di Yogyakarta.
PSR Award 2026 merupakan kegiatan yang untuk pertama kalinya digelar PTPN IV PalmCo. Penghargaan diberikan kepada petani, koperasi, regional, unit pembelian, serta pemasok tandan buah segar (TBS) yang dinilai berkontribusi terhadap ekosistem kemitraan perusahaan.
Pekebun Rakyat Jadi Kekuatan Industri Sawit
Komisaris Utama PTPN IV PalmCo, Desrial menilai keberadaan pekebun rakyat memiliki posisi penting dalam struktur industri sawit nasional.
Ia menyebut jumlah pekebun sawit rakyat mencapai sekitar 41–42 persen secara persentase. Besarnya porsi tersebut dinilai menjadi kekuatan strategis yang tidak dapat dipisahkan dari keberlanjutan industri sawit Indonesia.
Karena itu, penguatan hubungan antara sektor hulu dan hilir menjadi salah satu langkah strategis PalmCo. Perusahaan mendorong terbentuknya rantai nilai sawit yang lebih terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan, termasuk melalui pendekatan ekonomi sirkular dengan mengoptimalkan keterhubungan antarmata rantai usaha.
Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (ASPEKPIR), Setiyono, turut mengapresiasi komitmen PalmCo dalam membangun hubungan yang semakin harmonis dengan petani sawit rakyat.
BACA JUGA: Menteri PPPA: Pedoman Gender di Sektor Sawit Bukan untuk Persulit Perusahaan
Menurutnya, program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) memiliki arti penting bagi masa depan petani. Keberhasilan program tersebut, kata dia, tidak cukup hanya dilihat dari pelaksanaan peremajaan tanaman, tetapi juga harus tercermin dari peningkatan produktivitas dan kesejahteraan keluarga petani.
Selain itu, penguatan kelembagaan dan keberlanjutan perkebunan rakyat bagi generasi mendatang menjadi bagian penting dari keberhasilan PSR.
Lima Indikator PSR Award 2026
PSR Award 2026 dirancang dengan lima kategori penghargaan yang menggunakan indikator kinerja terukur dan transparan.
BACA JUGA: Inpres Karhutla Disorot, Sawit Watch Nilai Perlindungan Buruh Sawit Terabaikan
Kategori pertama adalah kebun plasma terbaik, yang menilai pencapaian produktivitas dan penerapan single management.
Kategori kedua, regional PSR terbaik, mempertimbangkan komposisi kemitraan, pencapaian luas dibandingkan RKAP, realisasi luasan, serta persentase luas terhadap total PTPN IV PalmCo.
Sementara itu, regional pembelian TBS terbaik dinilai berdasarkan tonase terhadap RKAP, margin kontribusi terhadap RKAP, serta persentase pasokan TBS kepada PalmCo.
BACA JUGA: WINGS Group Perkuat Bank Sampah Karyawan, 500 Kg Sampah Terpilah Dikumpulkan
Kategori berikutnya adalah unit pembelian TBS terbaik, dengan penilaian meliputi pencapaian RKAP, margin kontribusi, dan persentase pasokan kepada regional.
Adapun pemasok TBS terbaik mempertimbangkan sejumlah aspek, antara lain kuantum pasokan, konsistensi, kualitas TBS, legalitas, dan ketepatan administrasi.
Dengan indikator tersebut, penghargaan perdana ini tidak hanya berorientasi pada besarnya volume pasokan. Aspek produktivitas, kualitas, kepatuhan, konsistensi, serta tata kelola kemitraan juga menjadi pertimbangan dalam menentukan penerima penghargaan.
