InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Stok minyak sawit Malaysia meningkat cukup signifikan pada Agustus 2026. Kenaikan persediaan terjadi ketika produksi CPO bertambah, sementara ekspor minyak sawit justru mengalami penurunan.
Dilansir InfoSAWIT dari Bernama, Sabtu (12/9/2026), merujuk laporan Malaysian Palm Oil Board (MPOB), total stok minyak sawit Malaysia pada Agustus 2026 mencapai 2,82 juta ton. Angka tersebut naik 196.590 ton atau 7,48 persen dibandingkan posisi Juli yang tercatat 2,62 juta ton.
Kenaikan terutama berasal dari persediaan crude palm oil (CPO). Stok CPO meningkat 15,20 persen atau bertambah 217.092 ton menjadi 1,64 juta ton pada Agustus, dari 1,42 juta ton pada bulan sebelumnya.
BACA JUGA: OKKABUN 2026 INSTIPER Kenalkan Komoditas Perkebunan dan Kehutanan, Tanamkan 8 Nilai Budaya
Sebaliknya, stok minyak sawit olahan mengalami penurunan tipis 1,71 persen menjadi 1,17 juta ton, dibandingkan 1,19 juta ton pada Juli 2026.
Dari sisi produksi, MPOB mencatat output CPO Malaysia naik 1,39 persen atau 24.903 ton menjadi 1,81 juta ton pada Agustus. Sebulan sebelumnya, produksi CPO tercatat 1,79 juta ton.
Produksi inti sawit (palm kernel) juga tumbuh 1,97 persen secara bulanan menjadi 430.599 ton dari sebelumnya 422.272 ton. Produksi minyak inti sawit mentah (crude palm kernel oil) naik tipis 0,10 persen menjadi 199.589 ton dari 199.392 ton.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Withdraw pada Kamis (10/9), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Masih Melemah
Sementara produksi bungkil inti sawit (palm kernel cake) meningkat 0,25 persen menjadi 215.847 ton, dari 215.304 ton pada Juli.
Ekspor CPO Malaysia Melemah
Di sisi perdagangan, ekspor minyak sawit Malaysia justru bergerak berlawanan. Pada Agustus 2026, ekspor turun 7,50 persen menjadi 1,29 juta ton dari 1,39 juta ton pada Juli.
Penurunan ekspor tersebut menjadi salah satu faktor yang turut mendorong penambahan stok minyak sawit Malaysia sepanjang Agustus.
Namun, sejumlah produk turunan justru mencatat pertumbuhan ekspor. Ekspor minyak inti sawit naik 37,22 persen menjadi 112.879 ton dari 82.261 ton. Ekspor bungkil inti sawit juga meningkat 6,45 persen menjadi 216.584 ton dari 203.454 ton.
Sementara itu, ekspor oleokimia turun 12,72 persen menjadi 233.545 ton dari 267.576 ton. Berbeda dengan produk tersebut, ekspor biodiesel melonjak 22,59 persen menjadi 35.240 ton dari 28.745 ton pada Juli.
Untuk impor, MPOB mencatat Malaysia tidak mengimpor CPO selama Agustus 2026. Impor minyak sawit olahan dan minyak sawit tercatat turun tipis 0,09 persen menjadi 49.524 ton dari 49.566 ton.
Adapun impor minyak inti sawit meningkat 21,14 persen menjadi 13.985 ton dari 11.545 ton pada bulan sebelumnya.
Data tersebut memperlihatkan pasar sawit Malaysia memasuki Agustus dengan kombinasi produksi yang meningkat dan ekspor CPO yang melemah. Kondisi tersebut kemudian tercermin pada kenaikan stok, khususnya persediaan CPO yang melonjak lebih dari 15 persen dalam sebulan. (T2)
