InfoSAWIT, YOGYAKARTA – Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) Yogyakarta membekali 825 mahasiswa baru dengan pengetahuan mengenai sektor perkebunan, kehutanan, dan hortikultura melalui kegiatan Orientasi Kenal Kampus dan Kebun (OKKABUN) 2026.
Mengusung tema “Kenal Kampus dan Kenal Kebun”, kegiatan bagi mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 tersebut digelar di Kampus INSTIPER Yogyakarta dan SEAT Ungaran, Jawa Tengah. Program ini dirancang tidak sekadar sebagai agenda penyambutan mahasiswa baru, tetapi sebagai proses awal pembentukan karakter sekaligus pengenalan terhadap dunia pertanian dan industri perkebunan serta kehutanan.
OKKABUN 2026 menjadi bagian dari strategi INSTIPER dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan karakter untuk menghadapi kebutuhan industri agro.
Melalui rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak fase Pra-OKKABUN, pelaksanaan OKKABUN, hingga Pasca-OKKABUN, mahasiswa baru diarahkan untuk mulai beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi sekaligus mengenal budaya akademik dan dunia kerja.
Salah satu fokus utama kegiatan tersebut adalah penanaman 8 Nilai Budaya INSTIPER, yakni Integrity, Nationality, Scientific, Trust, Influence, Professional, Excellence, dan Respect. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi pembentukan karakter mahasiswa selama menjalani pendidikan di INSTIPER.
Belajar Langsung Komoditas Perkebunan
Ketua Panitia OKKABUN 2026 sekaligus Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan INSTIPER, Dr. Adi Ruswanto, mengatakan pendekatan pembelajaran dalam kegiatan tersebut menitikberatkan pada pengalaman langsung atau experiential learning.
BACA JUGA: Sosok Tomy Winata Menjaga Keberlanjutan Kawasan Konservasi
Menurutnya, pendekatan tersebut memungkinkan mahasiswa baru mengenal berbagai komoditas sebelum mendapatkan pembelajaran teoritis secara lebih mendalam di ruang kelas.
“Melalui metode pembelajaran langsung (experiential learning) di SEAT Ungaran, mahasiswa baru yang berasal dari 28 provinsi di Indonesia dapat mempelajari secara langsung berbagai komoditas perkebunan dan kehutanan serta hortikultura sebelum nantinya akan belajar teori di kelas,” ujar Adi.
Ia menilai pengalaman lapangan dapat membantu mahasiswa memahami materi perkuliahan karena mereka telah memiliki gambaran nyata mengenai objek yang nantinya dipelajari secara akademis.
Selain pengenalan komoditas, OKKABUN 2026 juga dirancang untuk membangun empat aspek utama mahasiswa, yakni fisik, mental, logical thinking, dan creativity.
Berbagai aktivitas disiapkan untuk mengasah keempat aspek tersebut. Mahasiswa antara lain mengikuti pelatihan kedisiplinan, perjalanan jelajah alam sejauh 5 kilometer melalui sustainable landscape observatorium track, hingga simulasi ketangkasan malam melalui kegiatan edutrail.
Aspek kreativitas dan inovasi juga mendapatkan ruang melalui kompetisi ilmiah Clash of Agro Champions, serta kegiatan INSTIPER Talent dan Gebyar Talenta.
BACA JUGA: Kebun Sawit Ditertibkan, SPKS Pertanyakan Siapa Penerima Manfaat Ekonomi
INSTIPER Dorong Mahasiswa Siap Hadapi Industri
Rektor INSTIPER Yogyakarta, Dr. Harsawardana, mengatakan OKKABUN menjadi tahapan penting dalam membentuk karakter mahasiswa sebelum mereka memasuki proses pembelajaran yang lebih kompleks di perguruan tinggi.
Menurut dia, mahasiswa perlu memahami bahwa sektor perkebunan dan kehutanan tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik, tetapi juga karakter, keterampilan, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Kegiatan ini merupakan langkah awal yang krusial untuk membentuk karakter mahasiswa agar siap menjadi pemimpin masa depan di industri perkebunan dan kehutanan,” kata Harsawardana, dalam keterangan resmi ditulis InfoSAWIT, Jumat (11/9/2026).
BACA JUGA: Sawit Watch Soroti Syarat 20 Tahun dalam Surat Edaran Perlindungan Masyarakat di Kawasan Hutan
Di SEAT Ungaran, mahasiswa diperkenalkan dengan praktik pengelolaan kebun, sekaligus teknologi yang semakin banyak digunakan dalam pengelolaan perkebunan dan kehutanan, seperti drone, Internet of Things (IoT), serta interpretasi peta.
Pengenalan tersebut dinilai penting karena transformasi digital telah menjadi bagian dari perkembangan industri perkebunan dan kehutanan nasional.
Harsawardana menegaskan, pembentukan karakter tetap menjadi perhatian utama INSTIPER. Ia menyebut delapan nilai budaya kampus harus menjadi bagian dari sikap mahasiswa selama menjalani pendidikan hingga memasuki dunia profesional.
