“Lulusan INSTIPER harus memiliki best knowledge, best skill, dan best character,” ujarnya.
Alumni Ingatkan Pentingnya Solidaritas
Selain mendapatkan materi pengenalan kampus dan komoditas, mahasiswa baru juga memperoleh motivasi dari alumni. Salah satunya disampaikan Totok AS, Direktur Utama PT Jateng Agro Berdikari (Perseroda) sekaligus alumni INSTIPER angkatan 1990.
Totok mengatakan pengalaman selama mengikuti OKKABUN dapat menjadi bekal mental bagi mahasiswa ketika kelak memasuki dunia kerja.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Turun pada Rabu (8/9), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Melemah
“Percayalah bahwa kegiatan OKKABUN ini akan melatih mental dan attitude Saudara yang sangat kalian perlukan saat nantinya Saudara memasuki dunia kerja,” katanya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa baru agar membangun hubungan dan solidaritas sejak awal masa perkuliahan. Menurutnya, relasi yang terbentuk selama menjalani pendidikan dapat menjadi modal penting setelah lulus.
“Jadi hafalkan nama dan alamat teman-teman kalian karena mereka akan menjadi saudara kalian,” ujarnya.
BACA JUGA: Karhutla Sumatra dan Kalimantan, TPOLS Soroti Keselamatan Buruh Sawit di Tengah Kepulan Asap
Sementara itu, Ketua Pengurus YPKPY, yayasan yang menaungi INSTIPER Yogyakarta, Dr. Purwadi, MS., turut memberikan motivasi kepada mahasiswa baru.
Ia memaparkan kiprah alumni INSTIPER yang telah berkarier di berbagai posisi strategis dalam industri perkebunan dan kehutanan. Di antaranya Rujito dan Arif Catur yang disebut pernah menduduki posisi Chief Operating Officer (COO) di Astra Agro Lestari.
Purwadi juga menyoroti kerja sama INSTIPER dengan industri kehutanan. Salah satunya melalui program beasiswa ikatan dinas pada program Sarjana Hutan Tanaman Industri (SHTI) yang diberikan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) selama bertahun-tahun.
Capaian tersebut, menurut Purwadi, menjadi gambaran mengenai peluang dan relevansi pendidikan INSTIPER dengan kebutuhan industri. (T2)
