InfoSAWIT, MUMBAI – India dipandang Unilever sebagai salah satu mesin pertumbuhan terbesar di pasar negara berkembang dalam lima tahun ke depan. Besarnya populasi, peningkatan pendapatan dan perubahan pola konsumsi membuat pasar India dinilai memiliki ruang ekspansi yang sulit ditandingi negara besar lainnya.
Chief Executive Officer Unilever Fernando Fernandez mengatakan India kini menjadi “blueprint” bagi strategi pertumbuhan perusahaan di pasar negara berkembang. Menurut dia, Unilever memiliki pemahaman yang sangat rinci mengenai karakter konsumen India hingga ke tingkat wilayah terkecil.
“Banyak perusahaan baru menemukan di mana India berada di peta. Kami mengetahui peta setiap kode pos di India,” kata Fernandez dilansir InfoSAWIT dari India Times, Minggu (13/9/2026).
BACA JUGA: Stok Minyak Sawit Malaysia Naik 7,48 Persen Jadi 2,82 Juta Ton pada Agustus 2026
Fernandez menyebut India sebagai pasar dengan potensi pertumbuhan eksponensial paling besar untuk sektor fast-moving consumer goods (FMCG) dalam lima tahun mendatang. India juga menjadi bisnis pasar berkembang terbesar bagi Unilever.
Secara keseluruhan, pasar negara berkembang menyumbang sekitar 62 persen terhadap pendapatan Unilever. Fernandez menilai prospek konsumsi di kawasan tersebut dalam jangka panjang lebih kuat dibandingkan negara-negara maju.
Pendorongnya antara lain pertumbuhan penduduk, urbanisasi, peningkatan kesejahteraan serta semakin besarnya partisipasi perempuan dalam angkatan kerja.
BACA JUGA: GAPKI Soroti PKS Tanpa Kebun, Ancaman Ketertelusuran Rantai Pasok Sawit Menguat
India dan AS Jadi Prioritas Akuisisi
Potensi tersebut membuat India bersama Amerika Serikat menjadi dua pasar utama yang mendapat alokasi penuh anggaran akuisisi tahunan Unilever. Nilainya berkisar US$1,5 miliar hingga US$2 miliar.
Strateginya bukan sekadar memperbesar pangsa pasar. Unilever ingin membangun merek-merek premium di kedua negara tersebut yang nantinya dapat dikembangkan ke pasar global.
Di India, peluang premiumisasi bahkan dinilai bisa dimulai dari perubahan konsumsi yang sangat kecil. Fernandez mencontohkan kategori perawatan rambut, ketika konsumen beralih dari produk dalam kemasan sachet seharga satu rupee menjadi dua rupee.
BACA JUGA: RUU Komoditas Strategis: Menguasai atau Membangun?
Menurut dia, sekitar 5 persen penduduk India atau sekitar 75 juta orang memiliki pendapatan per kapita yang setara dengan Prancis. Segmen ini dinilai menciptakan peluang pasar kecantikan yang besar.
Fernandez juga melihat portofolio merek yang telah dibangun Unilever di Amerika Serikat berpotensi dibawa ke India pada momentum yang tepat.
Perubahan Konsumen Mendorong Pasar FMCG
Managing Director Hindustan Unilever, Priya Nair mengatakan pasar konsumen India tengah mengalami lima perubahan struktural. Perubahan tersebut mencakup meningkatnya populasi Gen Z, bertambahnya perempuan yang masuk ke dunia kerja, percepatan digitalisasi, perbaikan jalan dan meningkatnya elektrifikasi serta akses terhadap air perpipaan.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik pada Jumat (11/9), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Ditutup Melemah
Potensi pertumbuhan masih terbuka lebar karena konsumsi FMCG per kapita India baru sekitar US$63.
Sekitar 70 persen penduduk India tinggal di wilayah pedesaan dan lokasi tier-four. Sebanyak 20 persen berada di kota-kota kecil, sedangkan 10 persen tinggal di kota.
Nair mengatakan kota-kota kecil tumbuh sekitar dua kali lebih cepat dibandingkan rata-rata kota di India.
BACA JUGA: Karhutla Kayong Utara, Manggala Agni PT Jalin Vaneo Turunkan Pompa dan Mobil Tangki
India juga memiliki sekitar 377 juta konsumen dari kelompok Gen Z. Pada saat yang sama, tingkat partisipasi perempuan dalam angkatan kerja meningkat dari sekitar 25 persen menjadi 40 persen.
Perubahan demografis dan sosial tersebut mulai menggeser pola konsumsi masyarakat. Riset HUL menunjukkan, ketika sebuah desa mulai terhubung dengan kota besar, pertumbuhan bisnis perusahaan dapat meningkat sekitar 30 persen.
Digitalisasi hingga Quick Commerce
Pemahaman terhadap konsumen hingga tingkat lokal juga diterapkan HUL dalam strategi pemasaran. Perusahaan kini bekerja sama dengan sekitar 30.000 kreator di India.
