Realisasi PSR Jalur Kemitraan Masih Perlu Dipercepat
Dari sisi pemerintah, Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Heru Tri Widarto menyampaikan bahwa pelaksanaan PSR secara nasional telah mengalami perkembangan sejak program tersebut dimulai pada 2016.
Hingga kini, Direktorat Jenderal Perkebunan telah menerbitkan rekomendasi teknis atau Rekomtek untuk sekitar 440.000 hektare lahan dalam program PSR.
Namun, realisasi PSR melalui jalur kemitraan masih berada di kisaran 27.000 hektare. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan kolaborasi antara pemerintah, PTPN, petani, dan mitra strategis agar pelaksanaan peremajaan dapat dipercepat.
BACA JUGA: Stok Minyak Sawit Malaysia Naik 7,48 Persen Jadi 2,82 Juta Ton pada Agustus 2026
Heru juga mendorong PTPN IV PalmCo bersama para pemangku kepentingan memperkuat hubungan dengan petani plasma sekaligus mempercepat penerbitan Rekomtek.
Percepatan PSR dinilai penting agar tanaman sawit tua dapat segera diremajakan dan digantikan dengan benih unggul. Langkah tersebut diharapkan diikuti penerapan praktik budidaya yang baik sehingga produktivitas dan kualitas TBS petani dapat meningkat.
Penguatan kemitraan antara perusahaan dan petani pun menjadi salah satu kunci untuk memastikan program peremajaan tidak berhenti pada pergantian tanaman, tetapi menghasilkan kebun rakyat yang lebih produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan. (T2)
