InfoSAWIT, JAKARTA – Media Perkebunan mengapresiasi penyelenggaraan Pertemuan Nasional Petani Kelapa Sawit Indonesia (PENAS) III yang digelar di Jakarta, sekaligus menjadi momentum peringatan hari ulang tahun ke-26 Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo). Kegiatan ini dinilai penting untuk memperkuat persatuan petani sekaligus mendorong peningkatan kapasitas mereka dalam menghadapi berbagai tantangan industri kelapa sawit.
Pemimpin Umum Media Perkebunan, Bambang, mengatakan, petani kelapa sawit memiliki peran strategis dalam menopang industri sawit nasional. Terlebih, sekitar 42% lahan perkebunan kelapa sawit Indonesia dikelola oleh petani, sehingga keberadaan mereka menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sektor tersebut.
Menurutnya, penyelenggaraan PENAS III dapat menjadi ruang konsolidasi bagi petani untuk memperkuat kebersamaan dan membangun langkah bersama di tengah beragam persoalan yang masih dihadapi. Persatuan petani dinilai menjadi modal penting untuk memperjuangkan kepentingan pekebun sekaligus meningkatkan kontribusi mereka terhadap industri kelapa sawit nasional.
BACA JUGA: Ateng Sutisna Desak Evaluasi Dana Sawit dan Percepatan Eksekusi Putusan Karhutla
Sementara itu, Pemimpin Usaha Media Perkebunan, Hendra J Purba, menilai pertemuan nasional tersebut memiliki arti penting dalam memperkuat penyebaran informasi di kalangan petani. Akses terhadap informasi yang akurat dan relevan diperlukan agar petani mampu memahami perkembangan industri, kebijakan pemerintah, serta berbagai peluang untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.
Hendra juga mengingatkan bahwa Media Perkebunan memiliki sejarah keterlibatan dalam proses awal kemunculan Apkasindo. “Sejak masa awal tersebut, Media Perkebunan turut memberikan dukungan bagi perkembangan organisasi petani kelapa sawit itu,” kata Hendra kepada InfoSAWIT, disela acara PENAS III di Jakarta.
Ia mengakui, di bawah kepemimpinan Gulat Manurung, Apkasindo terus berkembang dan menjadi salah satu organisasi petani yang diperhitungkan dalam industri kelapa sawit Indonesia.
Ke depan, soliditas organisasi dinilai perlu terus diperkuat agar mampu memberikan dukungan yang lebih nyata kepada petani. Tantangan yang dihadapi pekebun tidak hanya berkaitan dengan rendahnya produktivitas, tetapi juga persoalan legalitas lahan dan kebutuhan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Karena itu, kolaborasi antara organisasi petani, pemerintah, pelaku usaha, dan media menjadi semakin penting. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas akses informasi, memperkuat pendampingan, serta membantu petani menemukan solusi atas berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.
Melalui PENAS III dan peringatan HUT ke-26 Apkasindo, semangat kebersamaan diharapkan tidak berhenti pada pertemuan seremonial. Lebih dari itu, momentum ini dapat menjadi pijakan untuk memperkuat posisi petani sebagai salah satu pilar utama industri kelapa sawit nasional. (T2)
