Malaysia Perkuat Hilirisasi Sawit, Bidik Produk Farmasi dan Nutraceutical Bernilai Tinggi

oleh -111 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/Ilustrasi beragam produk hilir minyak sawit.

InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Pemerintah Malaysia memperkuat pengembangan industri hilir kelapa sawit, khususnya oleokimia, produk nutraceutical, dan farmasi berbasis sawit. Langkah ini ditempuh untuk mengurangi ketergantungan terhadap ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), sekaligus meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri.

Wakil Menteri Perladangan dan Komoditas Malaysia, Datuk Seri Huang Tiong Sii, mengatakan pengembangan produk hilir bernilai tinggi menjadi strategi penting untuk melindungi industri sawit nasional dari risiko fluktuasi harga CPO di pasar global.

Menurutnya, salah satu langkah konkret yang terus dijalankan pemerintah adalah mendorong industri menghasilkan produk premium untuk sektor kosmetik, perawatan pribadi, dan kebutuhan industri khusus. Pengembangan tersebut didukung melalui kegiatan penelitian dan layanan teknis oleh Malaysian Palm Oil Board (MPOB).

BACA JUGA: 31 Pekebun Sawit Sulbar Dibekali Keterampilan Pemetaan Digital

“Upaya ini dilaksanakan melalui penelitian dan layanan yang dilakukan oleh MPOB,” kata Huang dalam sesi tanya jawab di Dewan Rakyat, dilansir InfoSAWIT dari Bernama, Rabu (28/10/2026).

Selain oleokimia, pemerintah Malaysia juga mengembangkan pemanfaatan komponen bernilai tinggi dalam minyak sawit, seperti tokotrienol atau vitamin E dan karoten, untuk menghasilkan produk kesehatan dengan nilai ekonomi lebih tinggi di pasar global.

Huang menjelaskan, nilai ekspor minyak sawit dan produk berbasis sawit Malaysia telah melampaui RM100 miliar. Pemerintah menilai pengolahan lebih lanjut di dalam negeri berpeluang menjadi salah satu pendorong utama peningkatan nilai ekspor komoditas tersebut.

BACA JUGA: ESDM Periksa Kebun Sawit yang Diduga Jalankan Usaha Tambang di Luar Izin

Pada 2030, Kementerian Perladangan dan Komoditas Malaysia menargetkan nilai ekspor produk agrokomoditas nasional terus tumbuh kuat, terutama melalui peningkatan kontribusi produk hilir bernilai tambah tinggi.

 

Perluas Diversifikasi Produk Sawit

Penguatan industri hilir tersebut sejalan dengan arah kebijakan dalam National Agri-Commodity Policy 2021–2030. Kebijakan ini menitikberatkan pada penciptaan nilai tambah, pengembangan pasar, serta peningkatan produktivitas melalui riset, pengembangan, komersialisasi, dan inovasi.

Huang mengatakan, strategi tersebut mencakup diversifikasi produk, pengembangan aplikasi baru, peningkatan kompleksitas produk, serta perluasan akses pasar dengan memanfaatkan rantai pasok global.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Plasma Riau Periode 28 Oktober–3 November 2026 Naik, Umur 9 Tahun Rp3.785,87 per Kg

Pemerintah Malaysia juga mendorong pengembangan beragam produk berbasis sawit, mulai dari oleokimia, serat, material biokomposit, hingga biokimia. Diversifikasi ini diharapkan memperluas pemanfaatan sawit sekaligus memperkuat daya saing industri pengolahan domestik.

Di sektor energi, pemerintah meningkatkan pemanfaatan bahan bakar nabati berbasis sawit melalui pencampuran biodiesel dengan solar untuk kebutuhan domestik. Malaysia juga mengembangkan industri bahan bakar nabati generasi kedua yang memanfaatkan limbah, termasuk sustainable aviation fuel (SAF) atau bahan bakar penerbangan berkelanjutan.

 

Petani Sawit Didorong Masuk Industri Hilir

Selain meningkatkan nilai ekspor, pemerintah Malaysia berupaya memperluas manfaat ekonomi hilirisasi hingga ke tingkat petani sawit. Keterlibatan petani dalam produksi barang bernilai tambah dinilai dapat membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan potensi pendapatan mereka.

BACA JUGA: Pakar PKS Bongkar Faktor Penentu Rendemen Sawit, dari Sortasi hingga Oil Losses

Huang menyampaikan bahwa penguatan industri hilir tidak hanya bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah, tetapi juga memperluas kesempatan ekonomi melalui pengembangan produk dan pasar baru.

Dengan memperkuat riset, inovasi, diversifikasi, dan keterlibatan petani, Malaysia berharap industri sawit tidak hanya bergantung pada penjualan CPO, tetapi semakin mampu bersaing melalui produk olahan bernilai tinggi di pasar internasional. (T2)

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com