Pakistan-AS Bahas Perjanjian Dagang, Peluang Ekspor Pertanian dan Produk Sawit Jadi Perhatian

oleh -89 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Pakistan dan Amerika Serikat (AS) mencatat kemajuan signifikan dalam perundingan perjanjian perdagangan timbal balik atau reciprocal trade agreement.

InfoSAWIT, ISLAMABAD – Pakistan dan Amerika Serikat (AS) mencatat kemajuan signifikan dalam perundingan perjanjian perdagangan timbal balik atau reciprocal trade agreement. Meski demikian, sejumlah persoalan teknis masih perlu dibahas bersama Kantor Perwakilan Dagang AS (Office of the US Trade Representative/USTR) sebelum kesepakatan dapat dilanjutkan.

Sekretaris Perdagangan Pakistan, Jawad Paul, menyampaikan perkembangan tersebut dalam pertemuan Menteri Perdagangan Pakistan Jam Kamal Khan dengan Kuasa Usaha AS Natalie A. Baker, Selasa. Pertemuan itu membahas penguatan hubungan ekonomi bilateral, percepatan negosiasi perdagangan, perluasan akses pasar, serta peluang kerja sama di sektor pertanian, mineral, teknologi, dan investasi.

Dalam pembahasan tersebut, kedua pihak meninjau perkembangan negosiasi perjanjian perdagangan bilateral dan menyatakan komitmen untuk melanjutkan pembicaraan guna mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.

BACA JUGA: Pakar: Cangkang Sawit Berpotensi Menjadi Sumber Pendapatan Tambahan Pabrik Kelapa Sawit

Dilansir InfoSAWIT dari Brecorder, Senin (26/10/2026), Jawad Paul menjelaskan, sejumlah ketentuan penting dalam rancangan perjanjian telah menunjukkan kemajuan berarti. Namun, beberapa poin teknis masih memerlukan pembahasan lebih lanjut dengan USTR.

Menteri Perdagangan Pakistan Jam Kamal Khan menegaskan pentingnya kemitraan ekonomi jangka panjang dengan AS. Menurutnya, kedua negara memiliki peluang besar untuk meningkatkan perdagangan melalui perluasan akses pasar, keterlibatan sektor swasta, serta investasi pada sektor-sektor baru.

Ia juga menyampaikan upaya Pakistan untuk mendiversifikasi pasar ekspor dan memperkuat kemitraan komersial internasional di tengah tantangan ekonomi global dan regional. Hubungan ekonomi yang lebih erat dengan AS diharapkan membuka peluang bisnis baru, meningkatkan daya saing industri, dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

BACA JUGA: Margin Keuntungan Kedelai Brasil Diproyeksi Meningkat pada 2026/2027, Petani AS Tertekan

 

Produk Pertanian Jadi Fokus Perluasan Akses Pasar

Salah satu agenda utama pertemuan adalah pembukaan akses pasar AS bagi produk pertanian Pakistan, khususnya mangga dan kurma. Jawad Paul meminta percepatan kunjungan tim inspeksi terkait dari AS untuk mendukung pengaturan ekspor mangga Pakistan. Ia juga meminta perkembangan proses pembukaan akses pasar bagi kurma yang hingga kini masih tertunda.

Perluasan akses pasar tersebut dinilai berpotensi menciptakan peluang ekspor baru, terutama bagi petani dan pelaku usaha di Balochistan.

Delegasi AS menyambut pembahasan tersebut dan menyatakan kesediaannya menindaklanjuti persoalan itu dengan otoritas terkait di Amerika Serikat.

BACA JUGA: Karhutla Sumsel Tak Cukup Diatasi dengan Pemadaman, Tata Kelola Gambut Jadi Kunci

Kedua pihak juga menjajaki peluang peningkatan perdagangan komoditas pertanian, terutama ekspor kapas dan kedelai AS ke Pakistan. Dalam konteks ini, Pakistan menekankan pentingnya harga yang kompetitif dan dukungan pembiayaan perdagangan untuk mendorong peningkatan impor dari AS.

Pembahasan turut mencakup kemungkinan pengaturan pembiayaan serta koordinasi yang lebih erat dengan lembaga perdagangan dan asosiasi industri terkait guna memperkuat perdagangan pertanian kedua negara.

 

Investasi Teknologi Pertanian dan Pengolahan Pangan

Jam Kamal menyoroti potensi Pakistan di sektor pertanian, pengolahan pangan, peternakan, dan produksi bernilai tambah. Ia mendorong perusahaan AS menjajaki peluang investasi dalam mekanisasi pertanian modern, teknologi pengolahan pangan, infrastruktur rantai dingin (cold chain), serta penerapan praktik pertanian yang lebih baik.

BACA JUGA: IPS Dorong Pabrik Kelapa Sawit Indonesia Lebih Efisien, Andal, dan Minim Kehilangan Minyak

Menteri tersebut juga mengundang perusahaan dan organisasi pertanian AS untuk berpartisipasi dalam FoodAg 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Karachi pada 23–26 November 2026. Pameran tersebut diharapkan menjadi wadah mempertemukan pembeli dan investor internasional dengan pelaku industri pertanian dan pengolahan pangan Pakistan.

Kuasa Usaha AS Natalie A. Baker mengapresiasi upaya Pakistan dalam mendorong perdagangan pertanian. Ia juga menyatakan ketertarikan untuk memfasilitasi peningkatan hubungan antara perusahaan teknologi pertanian Amerika dan pelaku usaha Pakistan.

Sementara itu, Balochistan turut disorot sebagai wilayah yang memiliki potensi pengembangan ekonomi melalui komoditas kurma, minyak zaitun, dan produk pertanian lainnya. Pemerintah Pakistan melihat pengolahan bernilai tambah dan pengembangan ekspor sebagai peluang untuk memperluas manfaat ekonomi bagi wilayah tersebut.

BACA JUGA: Agrinas Palma Nusantara Kembangkan Ekosistem Batik Sawit di Yogyakarta

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya Pakistan dan AS memperkuat hubungan perdagangan bilateral. Meski sejumlah persoalan teknis masih menunggu penyelesaian, kedua pihak menyatakan komitmen untuk melanjutkan negosiasi dan mengembangkan peluang kerja sama, khususnya di sektor pertanian dan investasi. (T2)

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com