KARACHI, InfoSAWIT – Produk-produk asal Indonesia makin memperkuat pijakannya di pasar Pakistan melalui jaringan ritel modern Imtiaz, yang kini dikenal sebagai salah satu etalase utama produk impor di negara tersebut. Dengan sebaran gerai yang luas di berbagai kota, Imtiaz menjelma menjadi ritel modern terbesar dan paling sukses, sekaligus menjadi representasi kuat wajah ritel modern Pakistan.
Penguatan posisi produk Indonesia ini terlihat saat Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri meninjau langsung visibilitas produk Indonesia di salah satu gerai Imtiaz di Karachi, Pakistan, Sabtu (10/1).
“Imtiaz merupakan mitra strategis Indonesia dalam menjangkau konsumen akhir di Pakistan. Penempatan produk Indonesia yang menonjol di rak Imtiaz mencerminkan kepercayaan pasar Pakistan terhadap kualitas dan daya saing produk Indonesia. Kepercayaan tersebut sekaligus menegaskan reputasi Indonesia sebagai pemasok yang andal yang memenuhi standar kualitas, keberlanjutan, dan kepatuhan halal,” ujar Wamendag Roro dalam keterangan resmi ditulis InfoSAWIT, Senin (19/1/2026).
BACA JUGA: Emak-emak Cigobang Cabut Paksa Bibit Sawit, Protes Kebun Diduga Ilegal Tak Kunjung Dikosongkan
Dalam kunjungannya, Wamendag Roro turut menyampaikan apresiasi kepada Imtiaz Group atas konsistensi mereka dalam memasarkan berbagai produk Indonesia, mulai dari minyak sawit dan turunannya, makanan dan minuman, kebutuhan rumah tangga, hingga produk perawatan tubuh.
Tak hanya itu, Wamendag juga mendorong Imtiaz agar terus memperluas ragam dan volume produk Indonesia di seluruh jaringan gerainya. Ia juga mengajak Imtiaz untuk mulai menjajaki peluang kerja sama yang lebih erat, seperti pengadaan langsung (direct sourcing), kontrak pasokan jangka panjang, hingga potensi kemitraan eksklusif dengan produsen Indonesia.
Untuk mendukung langkah tersebut, Wamendag menegaskan kesiapan pemerintah melalui Kementerian Perdagangan RI, Kedutaan Besar RI di Islamabad, dan Konsulat Jenderal RI di Karachi untuk memfasilitasi berbagai bentuk penguatan bisnis, mulai dari business matching, pengenalan pemasok, hingga pendampingan teknis. Imtiaz pun didorong untuk melakukan kunjungan bisnis ke Indonesia guna menemukan peluang produk baru yang sesuai dengan kebutuhan pasar Pakistan.
BACA JUGA: Environmental Intelligence: Jalan Baru Indonesia Menuju Sawit Berkelanjutan
Sementara itu, Direktur Imtiaz Group Kashif Imtiaz menyebut produk Indonesia mendapat tempat di hati konsumen Pakistan karena kualitasnya dinilai baik dan sesuai dengan preferensi pasar.
Ia optimistis permintaan terhadap produk-produk Indonesia—baik makanan dan minuman, peralatan rumah tangga, maupun kategori lainnya—akan terus meningkat ke depan. Karena itu, Kashif berharap Indonesia membuka peluang lebih luas untuk pengadaan produk lain agar dapat dipasarkan melalui jaringan Imtiaz.
Waheed Group Siapkan Dermaga Khusus Dukung Impor Minyak Sawit RI
Sebelum mengunjungi gerai Imtiaz, Wamendag Roro pada Kamis (8/1) juga melakukan pertemuan dengan Waheed Group di Karachi. Waheed Group dikenal sebagai salah satu importir minyak sawit terbesar Indonesia di Pakistan, dengan bisnis utama mencakup manufaktur, impor, dan distribusi minyak nabati, termasuk minyak sawit mentah, RBD (Refining, Bleaching, Deodorizing), serta RBD olein.
BACA JUGA: POPSI: Jangan Paksa Pasar Serap Sawit Sitaan, Bisa Guncang Kredibilitas Sawit Berkelanjutan
Selain minyak nabati, Waheed Group juga bergerak di bidang impor bahan kimia industri makanan, pelat timah elektrolitik, hingga bisnis dan infrastruktur compressed natural gas (CNG).
Dalam pertemuan tersebut, Wamendag Roro bertemu jajaran pimpinan Waheed Group, yakni Chairman Abdul Waheed, CEO Awais Karni, dan Direktur Faad Waheed. Wamendag menyampaikan apresiasi atas kontribusi Waheed Group dalam mendorong perdagangan sawit Indonesia–Pakistan.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, Waheed Group mengimpor minyak sawit Indonesia senilai USD 383,55 juta dengan volume 290,53 ribu ton pada 2025. Perusahaan ini juga tercatat sebagai penerima Primaduta Award 2019 dan telah menjadi salah satu importir minyak sawit Indonesia terbesar di Pakistan selama lebih dari satu dekade.
