101 Pekebun OKI Ikuti Pelatihan Budidaya Sawit Bersama IPB Training, Fokus Tingkatkan Produktivitas Kebun Rakyat

oleh -1.800 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. IPB Training untuk InfoSAWIT/ Sebanyak 101 petani sawit asal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, mengikuti Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit yang diselenggarakan IPB Training bekerja sama dengan BPDP dan Ditjenbun.

InfoSAWIT, PALEMBANG – Peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat terus menjadi perhatian dalam upaya memperkuat daya saing industri sawit nasional. Salah satu langkah yang ditempuh adalah melalui penguatan kapasitas petani sawit melalui pelatihan teknis budidaya yang berkelanjutan.

Sebanyak 101 petani sawit asal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, mengikuti Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit yang diselenggarakan IPB Training bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian. Kegiatan berlangsung di Palembang pada 30 Juni hingga 5 Juli 2026 sebagai bagian dari program pengembangan sumber daya manusia (SDM) perkebunan.

Melalui kombinasi pembelajaran teori dan praktik lapangan, peserta dibekali berbagai keterampilan teknis untuk mengelola kebun secara lebih efektif, efisien, dan produktif.

BACA JUGA: Kunjungan PM Modi ke Indonesia Perkuat Dagang, Sawit Tetap Jadi Komoditas Andalan Ekspor

Pada pembukaan pelatihan, Ketua Kelompok Pemberdayaan dan Kelembagaan Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Direktorat Jenderal Perkebunan, Mula Putra, menjelaskan bahwa perkebunan kelapa sawit rakyat memiliki kontribusi besar terhadap total luas areal sawit nasional. Meski demikian, produktivitas kebun rakyat masih memiliki ruang yang luas untuk ditingkatkan melalui peningkatan kompetensi petani sawit.

Kabupaten Ogan Komering Ilir sendiri dikenal sebagai salah satu sentra produksi kelapa sawit di Sumatera Selatan dengan areal perkebunan rakyat yang mencapai puluhan ribu hektare. “Karena itu, peningkatan kemampuan teknis petani di wilayah tersebut diharapkan dapat berdampak langsung terhadap kenaikan hasil produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sektor perkebunan,” katanya dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Selasa (7/7/2206).

Selama pelatihan, peserta mempelajari seluruh tahapan budidaya kelapa sawit, mulai dari aspek legalitas usaha perkebunan, perencanaan kebun, hingga teknik pembukaan lahan yang memperhatikan prinsip konservasi tanah dan tata kelola air.

BACA JUGA: BPDP, Ditjen Perkebunan dan IPB Training Perkuat Kapasitas Pekebun Sawit Empat Lawang Lewat Pelatihan Budidaya Berbasis GAP

Materi juga mencakup teknik pembibitan dan penanaman, termasuk pemilihan benih unggul, pengelolaan persemaian, serta penentuan jarak tanam melalui praktik pengajiran sebagai fondasi membangun kebun yang produktif sejak awal.

Selain itu, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) maupun Tanaman Menghasilkan (TM). Berbagai teknik pemangkasan, kastrasi, pengelolaan tata air, hingga strategi pemupukan berdasarkan prinsip 5T diperkenalkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.

Aspek pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) juga menjadi bagian penting dalam pelatihan. Para peserta mempelajari penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT), mulai dari identifikasi gejala serangan hama dan penyakit hingga metode pengendalian yang efektif dengan tetap memperhatikan keselamatan kerja serta kelestarian lingkungan.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Withdraw pada Senin (6/7), Bursa Malaysia Ditutup Menguat

Tak hanya belajar di dalam kelas, peserta juga mengikuti berbagai praktik sederhana, seperti menguji kualitas pupuk, mengukur tingkat keasaman (pH) media tanam, hingga menghitung kebutuhan pestisida berdasarkan rekomendasi teknis. Praktik tersebut bertujuan agar setiap keputusan dalam pengelolaan kebun dilakukan berdasarkan kondisi tanaman dan lahan, bukan sekadar kebiasaan.

Sebagai pelengkap pembelajaran, peserta melakukan kunjungan lapangan ke Pusat Penelitian Karet (PPK) Sembawa. Di lokasi tersebut mereka mengamati secara langsung pengelolaan pembibitan, pemeliharaan tanaman, hingga teknik panen tandan buah segar (TBS) swit sesuai standar budidaya yang baik.

Pelatihan ditutup dengan pelaksanaan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan. Melalui sinergi antara BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan, dan IPB Training, program ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan teknis petani sawit dalam menerapkan praktik budidaya yang baik sehingga produktivitas perkebunan rakyat di Kabupaten Ogan Komering Ilir terus meningkat dan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian daerah maupun nasional. (T2)

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com