InfoSAWIT, LAHORE – Asosiasi industri tepung dan produsen minyak goreng Pakistan resmi meluncurkan paket bantuan Ramadan setelah mencapai kesepakatan dengan Pemerintah Provinsi Punjab. Program ini memastikan pasokan tepung, minyak makan, dan ghee bersubsidi dengan jaminan mutu selama bulan suci.
Pakistan Flour Mills Association (PFMA) bersama perwakilan industri minyak nabati dan ghee menyatakan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di tengah meningkatnya permintaan selama Ramadan.
Dilansir InfoSAWIT dari brecorder.com, Senin (16/2/2206), Berdasarkan skema yang disepakati, kemasan tepung 10 kilogram akan dijual seharga Rs 850 di 64 Sahulat Bazaar dan Ramadan Sahulat Bazaar yang tersebar di seluruh Punjab.
BACA JUGA: Replanting Tertunda, Produksi Sawit Malaysia Terancam Turun Saat Harga CPO 2025 Cetak Rekor
Selain itu, pabrik tepung akan membuka 1.550 titik penjualan khusus. Di lokasi tersebut, tepung 10 kilogram dipasarkan seharga Rs 905 dan kemasan 20 kilogram dijual Rp 1.810.
PFMA memastikan pasokan rutin tepung di toko-toko seluruh provinsi tetap berjalan tanpa gangguan guna mencegah kelangkaan dan menjaga stabilitas pasar selama periode puncak konsumsi.
Dalam pernyataan bersama, Group Leader PFMA Asim Raza Ahmed dan Chairman Punjab Riazullah Khan menegaskan asosiasi siap “berdiri bahu-membahu” dengan pemerintah provinsi untuk memberikan keringanan maksimal kepada konsumen selama Ramadan.
BACA JUGA: Impor Sawit India Melonjak 51% pada Januari, Diskon Lebar dari Soyoil Dongkrak Pembelian
Diskon Minyak Goreng dan Ghee Hingga Rp16 per Kg/Liter
Sementara itu, perwakilan industri minyak makan dan ghee menyepakati potongan harga Rp10 hingga Rp16 per kilogram atau liter untuk seluruh produk selama Ramadan.
Dalam pertemuan tingkat tinggi yang melibatkan Asisten Khusus Pemerintah Punjab Salma Butt, Direktur Jenderal Punjab Food Authority (PFA) Asim Javed, serta perwakilan industri, disepakati bahwa produk minyak dan ghee berkualitas akan tersedia dengan harga diskon di seluruh pasar Punjab.
Salma Butt menyatakan kebijakan ini sejalan dengan arahan Chief Minister Punjab untuk memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau. Ia menambahkan, apabila harga minyak sawit global kembali turun, industri siap memberikan tambahan keringanan harga melalui koordinasi dengan otoritas terkait.
BACA JUGA: Cegah Alih Fungsi Sawah ke Sawit, Pemkab Mukomuko Genjot Perbaikan Irigasi
Punjab Food Authority juga meminta masukan industri untuk peningkatan standar mutu. DG PFA Asim Javed menyebutkan metode modern dan efisien telah tersedia untuk menekan kadar asam lemak trans (trans-fatty acids), sementara prosedur pengujian dan tolok ukur kualitas terus diperbarui agar selaras dengan standar internasional.
