InfoSAWIT, PEKANBARU – Provinsi Riau dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan integrasi perkebunan kelapa sawit dan peternakan sapi seiring luasnya areal sawit yang mencapai 3,49 juta hektare atau sekitar 20,75 persen dari total nasional.
Dilansir InfoSAWIT dari Suara Riau, pada Senin (13 April 2026), Sekda Riau, Syahrial Abdi, menyampaikan bahwa besarnya potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendorong pengembangan sektor peternakan berbasis perkebunan.
Menurutnya, peningkatan jumlah penduduk menjadi faktor utama yang akan mendorong lonjakan konsumsi, termasuk kebutuhan protein hewani seperti daging sapi. Kondisi ini membuka peluang besar bagi pelaku usaha untuk memperluas skala bisnis di sektor peternakan.
BACA JUGA: B50 Segera Berlaku, KAI Pastikan Uji Teknis Demi Keselamatan Operasi
“Pertumbuhan konsumsi ini menjadi peluang strategis bagi pelaku usaha dalam mengembangkan usaha peternakan,” ujarnya.
Data menunjukkan bahwa laju pertumbuhan penduduk mencapai 3,79 persen per tahun, jauh melampaui pertumbuhan populasi sapi potong yang hanya sekitar 0,22 persen. Ketimpangan ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan produksi dan produktivitas ternak di masa depan.
Syahrial menegaskan, untuk memenuhi kebutuhan daging sapi yang terus meningkat, diperlukan upaya pengembangan ternak secara serius, terutama melalui peningkatan produktivitas per satuan ternak.
BACA JUGA: Tantangan Agrinas, di Balik Amanat Pengelolaan Sawit Jutaan Hektare
Salah satu solusi yang ditawarkan adalah penerapan Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (SISKA), yang memungkinkan pemanfaatan lahan perkebunan secara optimal untuk kegiatan peternakan.
Melalui pendekatan ini, integrasi antara subsektor perkebunan dan peternakan diharapkan mampu menciptakan efisiensi sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa model SISKA tidak hanya berdampak pada peningkatan produktivitas lahan, tetapi juga membuka sumber pendapatan baru bagi pelaku usaha serta mendorong diversifikasi ekonomi daerah.
BACA JUGA: ITS Kembangkan Bensin Sawit Rendah Emisi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional
“Integrasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung pembangunan pertanian secara berkelanjutan,” tegasnya.
Dengan potensi lahan yang besar dan dukungan kebijakan yang kuat, Riau berpeluang menjadi salah satu motor penggerak pengembangan integrasi sawit dan peternakan di Indonesia. (T2)
