DSNG Bukukan Laba Rp421 Miliar pada Kuartal I-2026, Bisnis Sawit Tetap Jadi Penopang Utama

oleh -605 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. DSNG untuk InfoSAWIT/Pengolahan buah sawit DSNG.

InfoSAWIT, JAKARTA – PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) membuka tahun 2026 dengan kinerja positif. Hingga kuartal I-2026, emiten perkebunan dan industri berbasis sumber daya alam ini membukukan pendapatan sebesar Rp2,9 triliun, tumbuh 8% secara tahunan (year-on-year/YoY), sementara laba bersih meningkat 15% YoY menjadi Rp421 miliar.

Capaian tersebut mempertegas bahwa lini bisnis kelapa sawit masih menjadi motor utama pertumbuhan Perseroan, meski industri menghadapi dinamika harga komoditas dan tantangan pasar global.

Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo, menjelaskan bahwa segmen kelapa sawit memberikan kontribusi dominan terhadap pendapatan perusahaan sepanjang tiga bulan pertama tahun ini.

BACA JUGA: RSI Dorong Penguatan Petani Sawit melalui PSR Menuju Era Industrialisasi

“Perseroan menyiapkan berbagai langkah strategis dan penuh kehati-hatian, termasuk program replanting untuk menjaga produktivitas kebun. Hingga saat ini, realisasi replanting telah mencapai sekitar 5.000 hektare,” ungkap Andrianto, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Senin (27/4/2026).

 

Penjualan CPO Menguat, Produksi Kebun Tetap Tumbuh

Dari sisi operasional, DSNG mencatat penjualan crude palm oil (CPO) meningkat 18% YoY, meski harga jual rata-rata (average selling price/ASP) mengalami koreksi sekitar 3% pada kuartal pertama 2026. Kenaikan volume penjualan tersebut tetap mampu menopang pertumbuhan pendapatan dari segmen sawit.

Sejalan dengan itu, produksi tandan buah segar (TBS) mencapai 492 ribu ton, tumbuh 2,7% YoY. Pertumbuhan produksi didorong oleh peningkatan hasil kebun plasma sebesar 6,2%, sementara kebun inti naik 1,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

BACA JUGA: Program Sarpras BPDP Sudah Bergulir, Namun Akses Petani Sawit Swadaya Masih Berliku

Produksi hilir juga menunjukkan tren positif. DSNG membukukan produksi CPO sebesar 141 ribu ton atau naik 2,1% YoY, diikuti produksi Palm Kernel (PK) sebesar 27 ribu ton atau meningkat 2,9%, serta Palm Kernel Oil (PKO) sebesar 8,5 ribu ton, naik 5,7% YoY.

Kinerja operasional perusahaan tercermin dari Oil Extraction Rate (OER) yang berada di level 23,32%, dengan Free Fatty Acid (FFA) terjaga di kisaran 3%, menunjukkan efisiensi pengolahan yang tetap solid.

Di tengah kenaikan pendapatan, beban pokok penjualan DSNG juga meningkat 10% YoY menjadi Rp2 triliun, terutama dipicu oleh naiknya volume penjualan CPO. Namun demikian, strategi perusahaan dalam menurunkan tingkat utang (deleveraging) mulai menunjukkan hasil positif.

BACA JUGA: Kinerja Biodiesel Sawit Moncer, Hemat Devisa Besar, Sayang Masih Tergantung Impor Metanol

Penurunan biaya bunga pinjaman berhasil memperkuat struktur keuangan Perseroan, sehingga margin keuntungan tetap terjaga dan mendorong pertumbuhan laba bersih lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan.

 

Segmen Kayu dan Energi Terbarukan Hadapi Tekanan

Sementara itu, segmen industri kayu masih menghadapi tekanan berat akibat lemahnya permintaan global, khususnya untuk produk panel kayu dan engineered flooring yang memiliki eksposur besar ke pasar Amerika Serikat.

Ketidakpastian kebijakan tarif dan dinamika perdagangan internasional mendorong pembeli lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan, yang berdampak pada penurunan volume penjualan.


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com