Sepanjang kuartal I-2026, penjualan panel kayu tercatat 26 ribu meter kubik, turun 11,5% YoY, sementara engineered flooring merosot tajam 63,2% YoY menjadi 56 ribu meter persegi.
Di lini energi terbarukan, pendapatan tercatat Rp40,2 miliar, turun 8,4% YoY, terutama akibat melemahnya ekspor Palm Kernel Shell (PKS) karena turunnya permintaan biomassa dari pasar Jepang.
Masuk Daftar 500 Perusahaan Terbaik Asia Pasifik
Hingga 31 Maret 2026, total aset DSNG tercatat Rp17,7 triliun, dengan liabilitas sebesar Rp5,7 triliun dan ekuitas mencapai Rp12 triliun, mencerminkan fundamental perusahaan yang tetap sehat.
BACA JUGA: Harapan Swasembada Daging Dihadapkan Realitas Lapangan
Pada April 2026, DSNG juga mencatatkan pencapaian non-finansial dengan masuk dalam daftar 500 perusahaan terbaik di Asia Pasifik versi TIME. Penilaian tersebut didasarkan pada sejumlah indikator utama, mulai dari kepuasan karyawan, pertumbuhan pendapatan, hingga implementasi aspek Environmental, Social, and Governance (ESG).
Capaian ini memperkuat posisi DSNG sebagai salah satu perusahaan agribisnis nasional yang terus menjaga pertumbuhan bisnis di tengah tantangan pasar, sembari memperkuat komitmen pada keberlanjutan usaha jangka panjang. (T2)
