InfoSAWIT, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) pada PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) ditetapkan Rp. 15.225/kg pada Rabu (10/6/2026), dengan demikian harga CPO tercatat naik Rp. 70/Kg atau naik sekitar 0,46% dibandingkan harga CPO pada Selasa (9/6/2026) yang mencapai Rp. 15.155/Kg.
Dari informasi yang didapat InfoSAWIT dari KPBN, harga CPO Franco Dumai ditetapkan Rp. 15.225/Kg. Harga CPO Franco Teluk Bayur ditetapkan Rp. 15.095/Kg. Harga CPO FOB Talang Duku ditetapkan Rp. 15.025/Kg. Harga CPO loco Parindu dibuka Rp. 14.805/Kg, namun terjadi withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 8.000/Kg.
Perdagangan minyak sawit mentah (CPO), di Bursa Malaysia Derivatives ditutup menguat pada perdagangan Rabu (10/6/2026), setelah sempat mengalami tekanan pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini ditopang oleh membaiknya prospek ekspor serta penurunan produksi minyak sawit Malaysia selama Mei 2026.
BACA JUGA: Dukung Pemenuhan Hak Anak, Sinar Mas Agribusiness and Food Perkuat Upaya Pencegahan Pekerja Anak
Dilansir Reuters, harga kontrak berjangka CPO acuan untuk pengiriman Agustus 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange tercatat naik RM11 per ton atau naik sekitar 0,24 persen menjadi RM4.539 per ton pada penutupan perdagangan. Penguatan tersebut menunjukkan kembali munculnya sentimen positif di pasar setelah pelaku industri mencermati perkembangan terbaru dari sisi fundamental.
Pelaku pasar menilai kombinasi antara peningkatan permintaan ekspor dan berkurangnya pasokan menjadi faktor utama yang menopang harga. Berdasarkan laporan terbaru Malaysian Palm Oil Board (MPOB), produksi minyak sawit Malaysia pada Mei mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.
Meski demikian, data MPOB juga menunjukkan bahwa persediaan minyak sawit Malaysia pada Mei meningkat untuk bulan kedua berturut-turut. Kenaikan stok terjadi karena laju penurunan ekspor lebih besar dibandingkan penurunan produksi selama periode tersebut.
BACA JUGA: Kemendag Terbitkan Aturan Baru Ekspor Sawit, Tata Kelola SDA Strategis Diperketat
Di sisi lain, survei perusahaan kargo memperkirakan ekspor produk minyak sawit Malaysia pada periode 1–10 Juni 2026 meningkat antara 3,5 persen hingga 4,9 persen dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya. Kondisi ini menjadi sinyal awal membaiknya permintaan dari pasar internasional.
Sementara itu, pergerakan minyak nabati pesaing cenderung melemah. Harga kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian turun 0,05 persen, sedangkan harga kontrak minyak sawit Dalian terkoreksi 0,13 persen. Di Amerika Serikat, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) juga turun tipis sebesar 0,01 persen.
Berikut Tender KPBN (Rp.Kg), Excld PPN pada Rabu (10/6/2026):
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 10-16 Juni 2026 Naik Rp403,02 per Kg
CPO____
Franco Dumai Rp. 15.225-EUP, KJA
FOB Talang Duku Rp. 15.025-PRISCOLIN
Franco Teluk Bayur Rp. 15.095-WIRA
Loco Parindu Rp. 14.725 (WD).Penawaran tertinggi Rp. 8.000-IMSJ
CPKO_____
Franco Dumai Rp. 25.573-IBP
PK_____
Franco Belawan Rp. 12.475 –MM
(T2)
