Impor Minyak Nabati India Diproyeksi Meningkat, Permintaan CPO Berpotensi Topang Harga Global

oleh -106 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/Tanki Timbun CPO.

InfoSAWIT, JAKARTA – Impor minyak nabati India diperkirakan meningkat signifikan sepanjang Juli hingga Oktober 2026 seiring menurunnya pasokan minyak nabati domestik akibat melambatnya pengolahan kedelai dan biji rapa (rapeseed). Kenaikan impor tersebut diperkirakan akan memperkuat permintaan minyak sawit dan minyak kedelai di pasar internasional serta menopang harga minyak nabati global.

Dilansir InfoSAWIT dari Reuters, Jumat (24/7/2026), para pelaku industri memperkirakan impor minyak nabati India akan mencapai rata-rata 1,5 juta ton per bulan selama periode Juli–Oktober, lebih tinggi dibandingkan rata-rata 1,3 juta ton per bulan pada delapan bulan pertama tahun pemasaran 2025/2026 yang berakhir pada Oktober.

Direktur Eksekutif Solvent Extractors’ Association of India (SEA), B.V. Mehta, menjelaskan bahwa pasokan biji minyak dari panen tahun sebelumnya hampir habis sehingga aktivitas pengolahan (crushing) kedelai dan rapeseed melambat. Kondisi tersebut menyebabkan produksi minyak nabati domestik menurun dan memaksa India meningkatkan impor untuk memenuhi kebutuhan pasar.

BACA JUGA: BPDP Pastikan Program SDM Sawit Berlanjut, Eddy Abdurrachman: B50 Perkuat Energi Nasional dan Pangkas Emisi

“Pengolahan biji minyak melambat karena pasokan dari panen tahun lalu hampir habis. Dengan menurunnya ketersediaan minyak nabati domestik, impor harus ditingkatkan dalam beberapa bulan ke depan untuk memenuhi permintaan,” ujar Mehta.

Sebagai importir minyak nabati terbesar di dunia, peningkatan pembelian India diperkirakan akan mengurangi stok minyak sawit dan minyak kedelai di negara-negara pemasok utama seperti Indonesia, Malaysia, Argentina, dan Brasil. Situasi tersebut dinilai berpotensi memberikan dukungan terhadap harga kontrak berjangka minyak sawit Malaysia maupun minyak kedelai di pasar global.

Mehta memperkirakan total impor minyak nabati India pada tahun pemasaran berjalan akan mencapai sekitar 16,3 juta ton, meningkat dibandingkan 16 juta ton pada periode sebelumnya.

BACA JUGA: Heru Tri Widarto: Program B50 Jadi Momentum Tingkatkan Produktivitas Sawit Nasional

Selama dua dekade terakhir, India masih mengandalkan impor untuk memenuhi hampir dua pertiga kebutuhan minyak nabatinya karena pertumbuhan produksi biji minyak domestik belum mampu mengimbangi peningkatan konsumsi masyarakat.

Chief Executive Officer Sunvin Group, Sandeep Bajoria, mengatakan perusahaan penyulingan di India saat ini mulai meningkatkan pembelian minyak sawit dan minyak kedelai untuk pengiriman beberapa bulan ke depan sebagai persiapan menghadapi musim festival.

Permintaan minyak nabati di India umumnya meningkat tajam menjelang rangkaian perayaan yang berlangsung antara Agustus hingga November. Kondisi tersebut mendorong pelaku industri memperbesar stok guna mengantisipasi lonjakan konsumsi.

BACA JUGA: Agrinas Palma Gandeng Pemda dan DPR Perkuat Tata Kelola Plasma Sawit Berbasis Koperasi di Riau

Selama ini India memperoleh sebagian besar pasokan minyak sawit dari Indonesia dan Malaysia, sementara impor minyak kedelai dan minyak bunga matahari berasal dari Argentina, Brasil, Rusia, serta Ukraina.

Namun, pelaku perdagangan menyebutkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir pembeli India mulai melakukan diversifikasi sumber pasokan. Selain tetap membeli minyak sawit dari Indonesia dan Malaysia, importir juga mulai mendatangkan produk dari sejumlah negara di Amerika Selatan dan Afrika. Untuk minyak kedelai, India bahkan tercatat melakukan pembelian dari China dan Turki.

Sementara itu, Managing Partner GGN Research, Rajesh Patel, memperkirakan impor minyak sawit India pada Juli 2026 dapat melonjak hingga 54 persen dibandingkan bulan sebelumnya menjadi sekitar 750.000 ton, yang sekaligus menjadi level tertinggi dalam lima bulan terakhir.

BACA JUGA: GAPKI Dorong Riset Sawit Berorientasi Solusi, Fokus Jawab Tantangan Industri Berkelanjutan

Lonjakan permintaan dari India tersebut dipandang sebagai sentimen positif bagi pasar minyak sawit global, terutama bagi Indonesia dan Malaysia sebagai dua produsen utama dunia. Peningkatan pembelian berpotensi membantu menyerap pasokan ekspor sekaligus menjaga stabilitas harga CPO di tengah dinamika pasar minyak nabati internasional. (T2)

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com