BMKG: Mayoritas Sentra Sawit Diprediksi Masuki Periode Lebih Kering hingga Oktober 2026

oleh -222 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/Ilustrasi perkebunan kelapa sawit saat musim kering.

InfoSAWIT, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah sentra perkebunan kelapa sawit di Indonesia akan menghadapi kondisi curah hujan rendah hingga menengah selama periode Agustus–Oktober 2026. Kondisi tersebut diperkirakan dipengaruhi oleh masih berlangsungnya fenomena El Niño yang berpotensi mengurangi intensitas hujan di sejumlah daerah penghasil sawit nasional.

Dilansir InfoSAWIT dari Buletin Informasi Iklim Perkebunan Komoditas Sawit BMKG, Kamis (23/7/2026), Indonesia sebagai produsen sekitar 57 persen minyak sawit dunia memiliki ketergantungan tinggi terhadap kondisi iklim karena produktivitas tanaman sangat dipengaruhi oleh ketersediaan air dan pola curah hujan.

Kelapa sawit (Elaeis guineensis) merupakan komoditas strategis nasional yang menghasilkan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dan minyak inti sawit (Palm Kernel Oil/PKO). Selain menjadi penyumbang devisa negara, industri ini juga berperan besar dalam penyerapan tenaga kerja dan penggerak ekonomi pedesaan, terutama di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.

BACA JUGA: GAPKI Dorong Riset Sawit Berorientasi Solusi, Fokus Jawab Tantangan Industri Berkelanjutan

 

El Niño Masih Bertahan, Perairan Indonesia Tetap Hangat

BMKG mencatat hasil pemantauan dinamika atmosfer dan laut pada Juni 2026 menunjukkan Indian Ocean Dipole (IOD) berada pada kondisi netral dengan nilai Dipole Mode Index (DMI) -0,38. Sementara itu, anomali suhu muka laut di kawasan Pasifik Tengah Ekuator atau wilayah Niño 3.4 mencapai +1,56, yang mengindikasikan kondisi El Niño masih berlangsung.

Di sisi lain, suhu muka laut di perairan Indonesia masih relatif hangat, terutama di Samudra Hindia bagian selatan Jawa hingga Laut Timor, Selat Makassar, Laut Sulawesi, Laut Banda, Laut Arafura, dan perairan utara Papua. Kondisi tersebut tetap memberikan suplai uap air, namun belum mampu mengimbangi pengaruh El Niño terhadap pembentukan hujan di berbagai wilayah.

 

Curah Hujan Diprediksi Didominasi Kategori Rendah

BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami curah hujan kategori rendah selama Agustus hingga Oktober 2026.

BACA JUGA: BPDP Pastikan Program SDM Sawit Berlanjut, Eddy Abdurrachman: B50 Perkuat Energi Nasional dan Pangkas Emisi

Pada Agustus 2026, sekitar 71,55 persen wilayah Indonesia diprediksi menerima curah hujan rendah, 28,31 persen berada pada kategori menengah, sedangkan hanya 0,14 persen yang diperkirakan mengalami curah hujan tinggi hingga sangat tinggi.

Memasuki September, wilayah dengan curah hujan rendah diproyeksikan meningkat menjadi 77,46 persen, sementara kategori menengah mencapai 21,26 persen, dan kategori tinggi hingga sangat tinggi sekitar 1,28 persen.

Kondisi mulai berubah pada Oktober 2026 ketika distribusi hujan diperkirakan lebih merata. BMKG memperkirakan 52,33 persen wilayah Indonesia akan mengalami curah hujan kategori menengah, 42,20 persen kategori rendah, dan 5,47 persen berpotensi menerima hujan tinggi hingga sangat tinggi.

BACA JUGA: 99 Pekebun Musi Rawas Dibekali Teknik Budidaya Sawit Berkelanjutan, BPDP Perkuat Kompetensi SDM Perkebunan

Untuk wilayah sentra perkebunan sawit, BMKG memproyeksikan curah hujan selama Agustus hingga Oktober umumnya berada pada kategori rendah hingga menengah, sehingga perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan kebun, terutama terkait konservasi air dan pemeliharaan tanaman.

 

Sifat Hujan Cenderung Lebih Kering dari Normal

Selain jumlah curah hujan, BMKG juga memprediksi sifat hujan pada periode Agustus–Oktober 2026 didominasi kondisi Bawah Normal, atau lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologis.

Pada Agustus, sekitar 86,08 persen wilayah Indonesia diperkirakan mengalami hujan di bawah normal. Angka tersebut meningkat menjadi 87,61 persen pada September, sebelum sedikit menurun menjadi 81,24 persen pada Oktober.

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com