Khusus di sentra sawit, kondisi hujan bawah normal diprediksi terjadi di sebagian wilayah Aceh, Riau bagian selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, serta Kalimantan Selatan.
Ketersediaan Air Masih Cukup, Namun Sejumlah Daerah Mulai Mengalami Penurunan
Analisis BMKG menunjukkan tingkat ketersediaan air bagi tanaman pada Juni 2026 secara umum masih berada dalam kategori cukup, dengan kandungan air tanah lebih dari 60 persen.
Namun, sejumlah wilayah telah memasuki kategori sedang, yang menunjukkan cadangan air tanah mulai berkurang hingga di bawah 60 persen. Kondisi tersebut ditemukan di sebagian wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Turun pada Selasa (21/7), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Melemah
Sementara itu, beberapa daerah diperkirakan telah berada pada kondisi kurang, dengan tingkat ketersediaan air tanah di bawah 40 persen akibat curah hujan yang lebih rendah dibandingkan tingkat penguapan (evapotranspirasi).
Di kawasan sentra sawit, sebagian besar wilayah di Aceh, Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan masih berada pada kondisi cukup. Meski demikian, BMKG mencatat beberapa wilayah seperti Pelalawan, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Banjar, Barito Kuala, serta sejumlah daerah di Aceh mulai mengalami penurunan ketersediaan air ke kategori sedang hingga kurang.
Melihat proyeksi tersebut, BMKG mengingatkan pelaku usaha perkebunan dan pekebun sawit agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi berkurangnya pasokan air selama musim kemarau. Langkah antisipatif melalui pengelolaan tata air kebun, konservasi kelembapan tanah, serta pemantauan kondisi iklim secara berkala dinilai penting untuk menjaga produktivitas tanaman sawit hingga akhir 2026. (T2)
