InfoSAWIT, SHANGHAI – China semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pasar strategis bagi minyak sawit berkelanjutan dunia. Seiring dimulainya implementasi Rencana Lima Tahun ke-15 (15th Five-Year Plan) pada 2026, negara tersebut mempercepat agenda pembangunan hijau melalui berbagai kebijakan yang mendukung rantai pasok komoditas berkelanjutan, termasuk minyak sawit bersertifikat.
Dilansir InfoSAWIT dari laman resmi RSPO, Jumat (24/7/2026), perkembangan tersebut menjadi sorotan dalam China Sustainable Palm Oil Forum atau Forum RSPO China ke-10 yang diselenggarakan di Shanghai pada 3 Juli 2026. Forum ini sekaligus menandai lebih dari satu dekade kiprah Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dalam mendorong transformasi pasar minyak sawit berkelanjutan di China.
Chief Executive Officer RSPO, Joseph D’Cruz, mengatakan China kini memasuki fase penting dalam transisi menuju ekonomi hijau. Menurutnya, sebagai salah satu konsumen minyak sawit terbesar di dunia, peran China sangat menentukan arah transformasi rantai pasok global yang lebih berkelanjutan.
“RSPO akan terus memperkuat kolaborasi di China melalui peningkatan keterlibatan dengan pelaku industri, integrasi aspek keberlanjutan dalam keputusan pengadaan dan investasi, perluasan kemitraan strategis, serta dukungan kepada anggota dalam menghadapi perkembangan regulasi dan tuntutan pasar,” ujarnya.
Momentum tersebut juga didukung berbagai kebijakan nasional China sepanjang 2026. Pemerintah menetapkan tema “Beautiful China” sebagai prioritas pembangunan dalam Rencana Lima Tahun ke-15. Selain itu, pemerintah mengesahkan Ecological Environment Code yang memperkuat landasan hukum perlindungan lingkungan, serta meluncurkan Green Finance-Supported Project Catalogue yang memperluas dukungan pembiayaan hijau bagi seluruh rantai nilai minyak sawit, mulai dari produksi, perdagangan, hingga konsumsi.
Dalam pidato kebijakan pembukaan forum, Direktur Chinese Academy of International Trade and Economic Cooperation di bawah Kementerian Perdagangan China, Xu Yingming, menegaskan bahwa kerja sama perdagangan hijau menjadi salah satu instrumen penting dalam menghadapi perubahan iklim sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi nasional.
Menurutnya, penguatan perdagangan hijau tidak hanya mendukung pembangunan berkualitas tinggi, tetapi juga memperkuat posisi China dalam sistem perdagangan internasional yang semakin mengedepankan aspek keberlanjutan.
Konsumsi Minyak Sawit Bersertifikat Terus Bertumbuh
RSPO mencatat perkembangan signifikan selama lebih dari sepuluh tahun terakhir di China. Hingga 2026, jumlah anggota RSPO di negara tersebut telah melampaui 540 anggota, didukung oleh 510 fasilitas rantai pasok bersertifikat.
Pertumbuhan tersebut turut mendorong peningkatan konsumsi Certified Sustainable Palm Oil (CSPO). Pada 2024, konsumsi minyak sawit berkelanjutan bersertifikat di China mencapai sekitar 550 ribu ton, atau setara hampir 12% dari total konsumsi minyak sawit nasional, sebuah capaian yang dinilai penting mengingat besarnya skala pasar China.
BACA JUGA: Impor Minyak Nabati India Diproyeksi Meningkat, Permintaan CPO Berpotensi Topang Harga Global
RSPO juga memperluas kolaborasi lintas sektor. Pada ajang RT2025 yang berlangsung November 2025, organisasi tersebut menandatangani nota kesepahaman dengan Nanjing Hongshan Forest Zoo guna memperkuat upaya konservasi keanekaragaman hayati sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya minyak sawit berkelanjutan.
Head of China Market Transformation RSPO, Lifeng Fang, menilai kepemimpinan China dalam praktik pengadaan yang bertanggung jawab dan konsumsi berkelanjutan akan semakin menentukan masa depan pasar minyak sawit bersertifikat serta ketahanan rantai pasok global.
Sawit Berkelanjutan Dukung Target Iklim China
Dalam forum yang sama, Head of Climate Change and Reporting (Group Sustainability) SD Guthrie, Elaine Chan, menegaskan bahwa minyak sawit berkelanjutan dapat menjadi bagian penting dari strategi China dalam mencapai target puncak emisi karbon pada 2030.
BACA JUGA: Pekerja Kebun Sawit di Siak Nyaris Diserang Harimau Sumatera, BBKSDA Riau Perketat Pemantauan
Ia memaparkan kerangka kerja “Beyond Zero” yang dikembangkan SD Guthrie, mengintegrasikan aksi mitigasi perubahan iklim, konservasi keanekaragaman hayati, pertanian regeneratif, serta transparansi rantai pasok untuk mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Melalui penyelenggaraan Forum RSPO China ke-10, para anggota RSPO, pelaku industri, investor, hingga pemangku kepentingan di China diharapkan dapat memperkuat jejaring kerja sama dan merumuskan solusi konkret guna mempercepat transformasi sektor minyak sawit berkelanjutan, sekaligus mendukung agenda pembangunan hijau nasional China di tengah dinamika pasar global yang terus berubah. (T2)
