Cargill Ajak Pelaku Industri Perkuat Rantai Nilai Kakao Indonesia, Fokus Produktivitas dan Pasar Asia

oleh -118 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Cargill untuk InfoSAWIT/ Penyerahan token of appreciation oleh Jeffrey Haribowo, Ketua ASKINDO (Kiri), kepada Kashan Rashid, Vice President & Managing Director, Cargill Food Southeast Asia, Australia and New Zealand (Kanan).

InfoSAWIT, YOGYAKARTA – Cargill menegaskan pentingnya kolaborasi di seluruh rantai nilai industri kakao sebagai langkah strategis untuk memperkuat daya saing kakao Indonesia di pasar regional maupun global. Komitmen tersebut disampaikan dalam gelaran Indonesia International Cocoa Conference (IICC) ke-9 yang berlangsung di Yogyakarta pada 22–24 Juli 2026.

Dalam forum yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, petani, akademisi, hingga pemangku kepentingan sektor kakao tersebut, Cargill menilai peningkatan produktivitas kebun, penguatan sistem pengadaan biji kakao yang bertanggung jawab, serta inovasi produk menjadi tiga pilar utama untuk mendorong pertumbuhan industri kakao nasional.

Vice President & Managing Director Cargill Food Southeast Asia, Australia and New Zealand, Kashan Rashid, mengatakan Indonesia memiliki fondasi kuat sebagai salah satu produsen kakao dunia sekaligus peluang besar untuk memperluas peran sebagai pemasok produk kakao bernilai tambah di kawasan Asia Pasifik.

BACA JUGA: Diplomasi Sawit Indonesia Diperkuat, Sinergi Lintas Kementerian Siapkan Strategi Hadapi Tekanan Global

Dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Sabtu (25/7/2026), menurutnya, Indonesia merupakan bagian penting dari strategi pertumbuhan bisnis kakao Cargill di kawasan tersebut. Karena itu, perusahaan terus memperkuat kemitraan dengan petani, meningkatkan investasi pada pengolahan kakao, mendukung praktik pengadaan yang lebih bertanggung jawab, serta mengembangkan inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Cargill juga menyoroti perubahan preferensi konsumen di Asia yang dinilai membuka peluang baru bagi industri kakao Indonesia. Berdasarkan hasil studi APAC IngredienTracker, tingkat penerimaan masyarakat Asia terhadap produk berbahan kakao terus meningkat, baik pada kategori cokelat, makanan penutup, produk roti, biskuit maupun olahan susu.

Di Indonesia sendiri, hasil survei tersebut menunjukkan mayoritas konsumen semakin memperhatikan asal-usul produk pangan. Sebanyak 76 persen responden memilih produk yang menggunakan bahan baku lokal, sementara 91 persen mengutamakan makanan dan minuman yang diproduksi dengan memperhatikan aspek sosial serta lingkungan.

BACA JUGA: Produksi Sawit Malaysia Naik pada Juni, MPOC Proyeksikan Harga CPO Agustus Bertahan di RM4.400–RM4.650 per Ton

Tren tersebut dinilai memperkuat kebutuhan untuk menghubungkan produksi kakao domestik dengan sistem keterlacakan (traceability), praktik budidaya berkelanjutan, serta pengembangan produk yang mampu memenuhi permintaan pasar Asia maupun internasional.

Selain memperkuat sisi hilir, Cargill juga terus memperluas program pemberdayaan petani melalui inisiatif Cargill Cocoa Promise. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas petani, memperkuat kesejahteraan masyarakat, sekaligus membangun rantai pasok kakao yang lebih tangguh.

Sepanjang 2026, lebih dari 7.800 petani peserta program sertifikasi Rainforest Alliance menerima pembayaran premi dengan total sekitar Rp38,8 miliar. Dalam lima tahun terakhir, perusahaan juga telah mendukung pembentukan delapan pusat pembibitan masyarakat, menyediakan sekitar 96 ribu bibit kakao, menyalurkan 44 ribu pohon penaung, serta memperkuat 52 kelompok tabungan dan pinjaman masyarakat (Village Savings and Loan Association/VSLA).

BACA JUGA: Impor Minyak Nabati India Diproyeksi Meningkat, Permintaan CPO Berpotensi Topang Harga Global

Di sisi lain, perusahaan telah menerapkan sistem keterlacakan biji kakao hingga tingkat petani, pemetaan lahan, serta penilaian risiko deforestasi di wilayah rantai pasok yang menjadi bagian dari program tersebut. Langkah ini turut disertai pelatihan mengenai praktik budidaya yang baik untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan produksi kakao Indonesia.

Cargill menilai keberhasilan industri kakao nasional ke depan sangat bergantung pada sinergi antara petani, pemerintah, dan sektor swasta dalam membangun rantai nilai yang berkelanjutan, meningkatkan nilai tambah melalui pengolahan, serta mempertahankan akses ke pasar ekspor utama. (T2)

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com