InfoSAWIT, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) pada PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) terjadi withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 15.510/kg pada Jumat (10/7/2026), dengan demikian harga CPO tercatat turun Rp. 90/Kg atau turun sekitar 0,58% dibandingkan harga CPO pada Kamis (9/7/2026) yang mencapai Rp. 15.600/Kg.
Dari informasi yang didapat InfoSAWIT dari KPBN, harga CPO Franco Franco Belawan dibuka Rp. 15.600/Kg, namun terjadi Withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 15.510/kg. Harga CPO FOB Parba, Kalbar dibuka Rp. 15.250/Kg, namun terjadi Withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 15.160/kg.
Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives meningkat ke level tertinggi dalam empat bulan pada Juni 2026, didorong pemulihan produksi yang berlangsung lebih cepat dibandingkan pertumbuhan permintaan pasar. Kondisi tersebut mencerminkan mulai membaiknya pasokan setelah sempat tertekan pada bulan sebelumnya.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumbar Periode II-Juli 2026 Naik Rp101,8 per Kg
Berdasarkan data Malaysian Palm Oil Board (MPOB) yang dirilis Jumat (10/7/2026), stok minyak sawit naik 4,78 persen dibandingkan Mei menjadi 2,54 juta metrik ton, sekaligus menjadi level tertinggi untuk periode Juni dalam beberapa tahun terakhir.
Kenaikan stok terutama ditopang oleh peningkatan produksi minyak sawit mentah (CPO) sebesar 8,08 persen menjadi 1,64 juta ton, tertinggi dalam enam bulan. Peningkatan ini menandai pemulihan produksi setelah mengalami penurunan pada Mei lalu.
Di sisi lain, permintaan ekspor juga menunjukkan perbaikan. Pengiriman minyak sawit Malaysia ke pasar internasional meningkat 6,2 persen menjadi 1,2 juta ton, mengakhiri tren penurunan yang terjadi selama dua bulan berturut-turut.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 8-14 Juli 2026 Cenderung Stagnan
Meski ekspor mengalami kenaikan, laju pertumbuhan produksi yang lebih tinggi membuat volume persediaan tetap bertambah. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator yang terus dicermati pelaku pasar karena berpotensi memengaruhi pergerakan harga minyak sawit global dalam beberapa pekan mendatang.
Dilansir Reuters, hasil tersebut secara umum sejalan dengan ekspektasi pelaku pasar. Survei Reuters sebelumnya memperkirakan stok minyak sawit Malaysia berada di kisaran 2,5 juta ton, sementara produksi diproyeksikan mencapai 1,65 juta ton dan ekspor sekitar 1,3 juta ton selama Juni.
Berikut Tender KPBN (Rp.Kg), Excld PPN pada Jumat (10/7/2026):
BACA JUGA: CPOPC Dorong Harmonisasi Standar Keberlanjutan ASEAN-APEC untuk Perkuat Daya Saing Industri Sawit
CPO_____
Franco Belawan Rp. 15.600 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 15.510-EOP
Loco Luwu – No Bidder
FOB Parba, Kalbar Rp. 15.250 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 15.160-EUP
Loco PKS Parindu Rp. 15.250 (WD) Penawaran tertiinggi Rp. 15.160-EUP
Loco PKS Kembayan Rp. 15.150 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 15.060-EUP
PK_____
Loco PKS Aur Gading Rp. 13.469 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 13.010-WIRA
Loco PKS T. Lebar Rp. 13.361 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 12.200-SAP
(T2)
