InfoSAWIT, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) pada PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) ditetapkan Rp. 15.575/kg pada Jumat (26/6/2026), dengan demikian harga CPO tercatat naik Rp. 225/Kg atau naik sekitar 1,47% dibandingkan harga CPO pada Kamis (25/6/2026) yang mencapai Rp. 15.350/Kg.
Dari informasi yang didapat InfoSAWIT dari KPBN, harga CPO Franco Franco Dumai ditetapkan Rp. 15.575/Kg. Harga CPO FOB Talang Duku ditetapkan Rp. 15.375/Kg. Harga CPO Loco Parindo dibuka Rp. 15.225/Kg, namun terjadi withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 14.973/Kg.
Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives menguat pada perdagangan Jumat (26/6/2026), didorong kepastian pemerintah Indonesia yang tetap menjalankan program mandatori biodiesel B50 mulai Juli mendatang. Kebijakan tersebut diperkirakan akan meningkatkan konsumsi minyak sawit domestik Indonesia, sekaligus memperkuat sentimen positif di pasar global.
BACA JUGA: FORTASBI Angkat Peran Petani Sawit dalam Pengurangan Emisi dan Perlindungan Hutan
Dilansir Reuters, harga kontrak acuan CPO untuk pengiriman September 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik RM40 per ton atau naik sekitar 0,88% menjadi RM4.597 per ton metrik pada jeda perdagangan siang. Meski demikian, secara mingguan kontrak tersebut masih mencatat pelemahan sekitar 1,05%.
Pemerintah Indonesia pada Kamis (25/6/2026) secara resmi menerbitkan regulasi yang menetapkan implementasi mandatori biodiesel B50 mulai berlaku pada 1 Juli 2026. Dalam kebijakan tersebut, pemerintah juga memberikan masa transisi selama tiga bulan bagi pelaku distribusi bahan bakar untuk menghabiskan stok biodiesel yang masih beredar sebelum sepenuhnya beralih ke campuran B50.
Dari sisi perdagangan internasional, data ekspor turut memberikan dukungan terhadap kenaikan harga. Berdasarkan laporan perusahaan inspeksi independen AmSpec Agri Malaysia, ekspor produk minyak sawit Malaysia selama periode 1–25 Juni meningkat sekitar 11,1% dibanding periode yang sama bulan sebelumnya.
Sementara itu, survei yang dilakukan Intertek Testing Services menunjukkan ekspor minyak sawit Malaysia pada periode yang sama naik sekitar 10,6%, mengindikasikan permintaan global terhadap minyak sawit masih tetap kuat menjelang akhir Juni.
Di pasar minyak nabati lainnya, harga kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian naik sekitar 0,81%, sedangkan harga kontrak minyak sawit di bursa yang sama menguat 1,22%. Berbeda dengan pasar Asia, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade justru melemah sekitar 0,73%.
Berikut Tender KPBN (Rp.Kg), Excld PPN pada Jumat (26/6/2026):
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Mulai Pulih, Kementan Klaim Mayoritas Perusahaan Sudah Sesuaikan Harga Pembelian
CPO_____
Franco Dumai Rp. 15.575-KJA
FOB Talang Duku Rp. 15.375-WNI
Franco Teluk Bayur Rp. 15.445-WNI
Loco PKS Parindu Rp. 15.225 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 14.973-EUP
Loco PKS Kembayan Rp. 15.125 (WD). Penawaran teringgi Rp. 14.879-WNA
Loko PKS Ngabang Rp. 15.225 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 15.029-MNA
PK______
Loco PKS Sawit Seberang Rp. 12.820-MM
(T2)
