Laba PTPN IV PalmCo Melonjak 54 Persen, Efisiensi dan Kenaikan Harga CPO Jadi Pengungkit Utama

oleh -154 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Sawit Fest 2021/Foto: Afrinaldi Zulhen/Ilustrasi lanskap perkebunan kelapa sawit.

InfoSAWIT, JAKARTA – PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, subholding perkebunan PTPN III (Persero), mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang Semester I 2026. Perseroan membukukan laba bersih konsolidasian (unaudited) sebesar Rp3,23 triliun, meningkat 54 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, didorong kombinasi kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO), peningkatan volume penjualan, dan efisiensi operasional.

Dalam keterangan resmi yang dikutip InfoSAWIT, Senin (10/8/2026), capaian tersebut turut ditopang oleh pendapatan perusahaan yang mencapai Rp23,41 triliun, atau tumbuh 11 persen secara tahunan. Penjualan CPO masih menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp19,36 triliun, seiring meningkatnya permintaan di pasar domestik maupun ekspor.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan fundamental perusahaan semakin kuat berkat disiplin dalam pengendalian biaya dan peningkatan produktivitas kebun.

BACA JUGA: POPSI Tolak Rencana Moratorium PKS Baru di Jambi, Berpotensi Rugikan Petani Sawit

Menurutnya, kenaikan harga jual rata-rata CPO yang mencapai Rp15.034 per kilogram, atau sekitar 6 persen lebih tinggi dibandingkan Semester I 2025, mampu dimanfaatkan secara optimal melalui peningkatan produksi dan efisiensi yang konsisten.

“Pengendalian biaya dan peningkatan produksi menjadi tulang punggung perusahaan. Fundamental inilah yang membuat kenaikan harga CPO sebesar 6 persen di pertengahan tahun 2026 mampu membuahkan lonjakan laba hingga 54 persen di tengah berbagai tantangan,” ujar Jatmiko.

Dari sisi operasional, PalmCo juga mencatat peningkatan produktivitas kebun. Hingga Semester I 2026, produktivitas CPO mencapai 2,14 ton per hektare, sementara tingkat rendemen CPO kebun sendiri meningkat menjadi 23,48 persen, menunjukkan perbaikan kinerja pengolahan di pabrik maupun praktik budidaya di lapangan.

BACA JUGA: Peremajaan Sawit Sungai Bahaur Estate, Buktikan Lahan Marginal Mampu Hasilkan Produktivitas Sawit Tinggi

Jatmiko menjelaskan peningkatan tersebut merupakan hasil standardisasi proses kerja, mulai dari penerapan kultur teknis di kebun hingga optimalisasi proses pengolahan di pabrik kelapa sawit.

Selain meningkatkan produktivitas, perusahaan juga berhasil menekan cash cost komoditas sawit menjadi Rp3.707 per kilogram, sehingga mampu menjaga margin keuntungan di tengah tekanan inflasi dan dinamika pasar global.

“Pengendalian beban pokok operasional menjadi pilar utama ketahanan perusahaan. Optimalisasi pemupukan dan efisiensi mesin pabrik membuat margin tetap sehat sehingga setiap kenaikan pendapatan langsung berdampak pada peningkatan laba,” katanya.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 7 – 13 Agustus 2026 Turun Rp. 30,2 per Kg

Kinerja positif tersebut turut memperkuat struktur keuangan perusahaan. PalmCo membukukan EBITDA sebesar Rp6,05 triliun, meningkat 29 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara nilai aset perusahaan tumbuh 6 persen menjadi Rp81,57 triliun, mencerminkan penguatan fundamental dan optimalisasi pengelolaan aset.

Di sisi pemasaran, PalmCo juga memperluas penetrasi pasar ekspor. Sejalan dengan arahan pemerintah untuk meningkatkan ekspor komoditas bernilai tambah, perusahaan berhasil mengirimkan 129.500 ton CPO ke pasar China dan India sepanjang periode 25 Mei hingga 8 Juli 2026.

Tak hanya bisnis sawit, lini usaha kopi juga tetap memberikan kontribusi positif. Meski perusahaan menunda sebagian jadwal panen akibat perubahan pola iklim guna menjaga kualitas biji kopi premium (specialty grade), bisnis kopi PalmCo tetap membukukan laba bersih Rp2,49 miliar pada Semester I 2026.

BACA JUGA: DHE SDA 50 Persen, GAPKI Minta Kebijakan Tetap Jaga Likuiditas dan Daya Saing Sawit

Memasuki paruh kedua tahun ini, PalmCo akan mempercepat program pemupukan, melanjutkan program peremajaan sawit rakyat, memperkuat pasokan bahan baku untuk pengembangan renewable biogasoline, serta terus meningkatkan efisiensi operasional sebagai bagian dari transformasi perusahaan.

Jatmiko menegaskan capaian semester pertama bukan menjadi akhir dari proses transformasi, melainkan pijakan untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.

“Capaian enam bulan ini merupakan fondasi yang baik, tetapi ini baru permulaan. Kami akan terus melakukan perbaikan berkelanjutan agar mampu menciptakan nilai tambah yang semakin besar bagi pemegang saham, industri, dan masyarakat,” pungkasnya. (T2)

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com