BRIN dan Sumitomo Kembangkan Teknologi Boiler 100% EFB, Dorong Residu Sawit Jadi Energi Biomassa

oleh -847 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Tandan kosong kelapa sawit atau Empty Fruit Bunch (EFB) mulai diarahkan bukan sekadar sebagai residu industri, tetapi sebagai sumber energi biomassa untuk mendukung kebutuhan bahan bakar boiler.

InfoSAWIT, JAKARTA – Tandan kosong kelapa sawit atau Empty Fruit Bunch (EFB) mulai diarahkan bukan sekadar sebagai residu industri, tetapi sebagai sumber energi biomassa untuk mendukung kebutuhan bahan bakar boiler. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Sumitomo Heavy Industries, Ltd. (SHI), Jepang, tengah mengembangkan teknologi yang memungkinkan EFB digunakan sebagai bahan bakar boiler hingga 100 persen.

Riset tersebut mencakup sejumlah tahapan, mulai dari peningkatan kualitas bahan bakar atau fuel upgrading, pengujian karakteristik pembakaran, hingga pengembangan desain boiler yang disesuaikan dengan karakteristik EFB. Pendekatan tersebut diarahkan agar penggunaan EFB dapat dilakukan tanpa campuran bahan bakar fosil maupun biomassa lainnya.

Kepala Pusat Riset Konversi Energi BRIN, Tata Sutardi, mengatakan pemanfaatan EFB secara langsung masih menghadapi sejumlah tantangan teknis. Material tersebut memiliki nilai kalor relatif rendah, sementara kadar air, alkali dan klorinnya tergolong tinggi.

BACA JUGA: RUU Reforma Agraria Resmi Disahkan DPR, Ini 14 Bab dan 53 Pasal yang Diatur

Kondisi tersebut dapat memengaruhi efisiensi pembakaran dan berpotensi mempercepat kerusakan pada sistem boiler. Karena itu, karakteristik bahan bakar setelah melalui proses peningkatan kualitas perlu diuji sebelum diterapkan pada sistem pembakaran.

“Setiap teknologi upgrading dapat menghasilkan karakteristik bahan bakar yang berbeda. Karena itu, selain melihat perubahan sifat bahan bakarnya, kita perlu mengevaluasi karakteristik pembakarannya untuk mengetahui kesesuaiannya dengan kebutuhan boiler,” jelas Tata dilansir InfoSAWIT dari BRIN, Rabu (23/9/2026).

 

Lima Metode Tingkatkan Kualitas EFB

Untuk meningkatkan kualitas EFB sebagai bahan bakar, BRIN mengkaji lima pendekatan biomass fuel upgrading, yakni fuel washing, hydrothermal treatment, torrefaction, decarbonization, dan biological treatment.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 16–22 September 2026, Usia Sawit 10–20 Tahun Rp4.066,20 per Kg

Kelima metode tersebut dikaji untuk melihat kemampuannya menghasilkan bahan bakar EFB dengan karakteristik yang lebih sesuai untuk kebutuhan pembakaran boiler. Hasil proses upgrading menunjukkan adanya peningkatan nilai kalor serta penurunan kadar air, alkali dan klorin pada material EFB.

Perekayasa Ahli Muda Pusat Riset Teknologi Konversi Energi BRIN, Taopik Hidayat, menjelaskan penelitian tersebut diarahkan pada konsep full firing, yakni pengoperasian boiler dengan menggunakan 100 persen EFB tanpa campuran bahan bakar fosil maupun biomassa lainnya.

Setelah menjalani proses upgrading, masing-masing jenis bahan bakar diuji pada skala laboratorium menggunakan simulator boiler tipe fluidized bed yang tersedia di KST B.J. Habibie, Serpong.

BACA JUGA: Prabowo Sebut Sawit sebagai “Tanaman Ajaib”, Dorong Produksi Energi dari Kelapa Sawit

Pengujian dilakukan untuk membandingkan kinerja berbagai metode upgrading sekaligus melihat kesesuaiannya dari sisi teknis dan ekonomis.

 

Uji Pembakaran Gunakan Perangkat SHI

Proses pengujian kemudian diperkuat dengan Fuel Analysis Module yang disediakan SHI. Perangkat tersebut terdiri atas Ashing Furnace dan Fluidizing Furnace, yang digunakan untuk mengevaluasi karakteristik pembakaran biomassa setelah melalui proses fuel upgrading.

Instalasi dan commissioning perangkat dilakukan pada 11–28 Agustus 2026 di Laboratorium Energi, KST B.J. Habibie, Serpong, Banten.

BACA JUGA: IPS Planter Talks 2026 Soroti Krisis Pemanen Sawit dan Ancaman terhadap Produktivitas

Dari lima metode yang dikaji, BRIN dan SHI selanjutnya akan menentukan teknologi yang dinilai paling menjanjikan untuk dikembangkan ke tahap berikutnya. Teknologi terpilih akan diarahkan menuju proses scale-up sebelum menjalani pengujian pada Circulating Fluidized Bed (CFB) Boiler Pilot Plant milik SHI di Niihama, Jepang.

“Dengan melakukan uji pembakaran skala laboratorium menggunakan fluidized bed dari BRIN dan Fuel Analysis Module dari Sumitomo Heavy Industries, kita dapat melihat sejauh mana berbagai metode fuel upgrading dapat meningkatkan karakteristik dan kinerja EFB sebagai bahan bakar,” ujar Taopik.

 

Tak Hanya Bahan Bakar, Desain Boiler Ikut Dikembangkan

Kolaborasi BRIN dan SHI tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas EFB. Penelitian juga diarahkan pada pengembangan desain boiler yang disesuaikan dengan karakteristik EFB hasil proses upgrading.

BACA JUGA: Teraju Indonesia Soroti Perlindungan Pekerja Sawit dalam Pembahasan RUU Ketenagakerjaan

Dengan demikian, pengembangan teknologi dilakukan secara terintegrasi, mulai dari peningkatan kualitas bahan bakar, pengujian karakteristik pembakaran, hingga penyesuaian desain sistem boiler.

Pendekatan tersebut membuka peluang bagi pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit sebagai sumber energi alternatif di industri. EFB yang selama ini menjadi salah satu residu industri sawit dapat dikembangkan menjadi bahan bakar biomassa untuk boiler, sekaligus berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil seperti batu bara.

 

Kolaborasi BRIN-SHI Berlanjut sejak 2024

Pengembangan teknologi boiler berbasis EFB ini merupakan bagian dari kerja sama riset BRIN dan SHI yang telah berlangsung secara bertahap.

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com