Kedua pihak menandatangani Memorandum of Understanding on Research and Innovation Collaboration in Low Carbon Technology and Manufacturing pada 22 Oktober 2024.
Kerja sama kemudian dilanjutkan melalui Agreement on the Development of Biomass Boilers Based on Empty Fruit Bunches (EFB) Fuel pada 26 Februari 2025. Sementara penyediaan Fuel Analysis Module diperkuat melalui Agreement on Supply of Fuel Analysis Module yang ditandatangani pada 18 Mei 2026.
Rangkaian kerja sama tersebut diarahkan untuk membangun basis teknologi pemanfaatan EFB sebagai bahan bakar boiler, mulai dari pemilihan metode upgrading, evaluasi karakteristik pembakaran hingga pengembangan sistem boiler yang sesuai.
BACA JUGA: Bukan Sekadar Target Produksi, Mandor dan Asisten Jadi Wajah Manajemen di Kebun Sawit
Bagi industri kelapa sawit Indonesia, pengembangan teknologi tersebut membuka ruang baru bagi peningkatan nilai guna residu. Selain menghasilkan sumber energi alternatif, pemanfaatan EFB sebagai bahan bakar juga ditempatkan dalam agenda diversifikasi energi dan pengembangan teknologi rendah karbon.
Taopik menyebut pengembangan tersebut diarahkan untuk mendukung upaya Indonesia mencapai target Net Zero Emission (NZE) 2060, melalui pemanfaatan sumber biomassa dan teknologi energi yang lebih rendah karbon. (T2)
