InfoSAWIT, JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat pengembangan sektor perkebunan melalui kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan lembaga riset. Langkah ini diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pengembangan Riset dan Teknologi Tanaman Perkebunan Unggulan Berkelanjutan di Kawasan Lampung Selatan, sebagai upaya mendorong peningkatan produktivitas sekaligus mempercepat hilirisasi komoditas perkebunan.
Dilansir InfoSAWIT dari kanal media sosial Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), Senin (27/7/2026), penandatanganan PKS berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan strategis, yakni Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), serta Universitas Indonesia Mandiri.
Kolaborasi tersebut dirancang untuk mengintegrasikan hasil riset, inovasi, dan penerapan teknologi dalam pengembangan kawasan perkebunan unggulan di Lampung Selatan. Pemerintah berharap sinergi antarlembaga mampu mempercepat adopsi teknologi modern di sektor perkebunan sehingga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan produktivitas dan daya saing komoditas nasional.
BACA JUGA: RSPO Dorong Transformasi Sawit Berkelanjutan di China, Konsumsi CSPO Tembus 550 Ribu Ton
Melalui kerja sama ini, para pihak akan mengembangkan berbagai program strategis, mulai dari inovasi teknologi budidaya, peningkatan kualitas benih, penguatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan hasil penelitian, hingga pengembangan hilirisasi komoditas perkebunan yang bernilai tambah tinggi.
Implementasi hasil riset tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi usaha perkebunan, tetapi juga memperbaiki kualitas produk, memperkuat daya saing di pasar, serta membuka peluang pengembangan industri berbasis komoditas perkebunan di daerah.
Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Iim Mucharam, yang mewakili Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan, menegaskan bahwa pembangunan subsektor perkebunan membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, perguruan tinggi, dan lembaga penelitian agar inovasi yang dihasilkan benar-benar dapat diterapkan di lapangan.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam mempercepat transformasi perkebunan Indonesia menuju sistem produksi yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan. Dengan dukungan riset yang terarah, teknologi yang adaptif, serta keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, sektor perkebunan diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pekebun.
Inisiatif ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekosistem inovasi perkebunan nasional melalui pemanfaatan hasil riset yang lebih aplikatif, sehingga pengembangan komoditas unggulan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah melalui pengolahan dan hilirisasi di tingkat daerah. (T2)
