InfoSAWIT, JAKARTA – Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) memasuki fase kepemimpinan baru setelah Dr. Hari Priwiratama, M.Sc. dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS).
Informasi tersebut terlihat dalam ucapan selamat dari Keluarga Besar Alumni IPB Kaukus Sawit yang ditujukan kepada Hari Priwiratama atas amanah barunya. Pesan tersebut sekaligus menyoroti harapan agar PPKS semakin kuat sebagai pusat riset dan inovasi kelapa sawit, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing industri sawit Indonesia.
Profil resmi PPKS juga mencatat Hari Priwiratama sebagai Kepala Pusat Penelitian Kelapa Sawit, dengan jabatan fungsional Peneliti Ahli Madya. Latar belakang keilmuannya berada pada bidang tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan, dengan kepakaran yang kuat pada proteksi tanaman.
Jejak Akademik dan Riset Hari Priwiratama
Hari Priwiratama menempuh pendidikan sarjana pada bidang Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan di Institut Pertanian Bogor (IPB) dan menyelesaikannya pada 2006. Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister di Wageningen University & Research, Belanda, dengan fokus Fitopatologi dan Entomologi, yang diselesaikan pada 2017.
Jejak akademiknya kemudian berkembang melalui aktivitas penelitian di bidang kesehatan tanaman kelapa sawit. Dalam berbagai publikasi, Hari banyak terlibat dalam kajian penyakit dan hama sawit, termasuk Ganoderma, penyakit bercak daun, ulat pemakan daun, kumbang tanduk, serta pengembangan pengendalian hayati.
Salah satu penelitian yang diterbitkan pada Jurnal Penelitian Kelapa Sawit pada 2025 membahas pengaruh cekaman kekeringan terhadap pertumbuhan vegetatif bibit kelapa sawit dan tingkat keparahan penyakit bercak daun Curvularia oryzae. Penelitian tersebut dilakukan bersama sejumlah peneliti PPKS dan akademisi IPB.
BACA JUGA: Transparansi Upah Jadi Kunci Menahan Pemanen Sawit agar Tidak Pindah Perusahaan
Kiprah Hari juga terlihat dalam penelitian mengenai pengelolaan hama. Ia menjadi salah satu penulis kajian mengenai efektivitas flubendiamida terhadap ulat api, ulat kantung dan penggerek tandan, sekaligus melihat dampaknya terhadap aktivitas kumbang penyerbuk Elaeidobius kamerunicus.
Pada penelitian lainnya, Hari bersama peneliti PPKS mengkaji serangan ulat kantung Pteroma pendula dan dampaknya terhadap produktivitas kelapa sawit. Penelitian tersebut menemukan bahwa serangan pada tingkat sedang hingga sangat berat berkaitan dengan penurunan produksi tandan buah segar.
Fokus pada Proteksi dan Pengendalian Terpadu
Pengalaman Hari tidak hanya berada pada ranah penelitian laboratorium. Profil profesional yang tersedia secara publik menunjukkan fokusnya pada biologi serta pengelolaan terpadu hama dan penyakit kelapa sawit. Sejumlah bidang yang pernah menjadi perhatian penelitiannya antara lain penyakit busuk pangkal batang, penyakit spear rot, pengendalian biologis hama, serta pengelolaan kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros).
BACA JUGA: RUU Reforma Agraria Dibahas DPR, Sawit Watch Soroti Perlindungan Buruh dan Konflik Lahan Sawit
Keterlibatan tersebut juga tercermin dalam berbagai publikasi PPKS. Namanya tercatat dalam penelitian mengenai penggunaan Bacillus thuringiensis untuk pengendalian hama, pemanfaatan mikoriza dalam kaitannya dengan penyakit Ganoderma, hingga kajian penyakit bercak daun pada tanaman kelapa sawit.
Dengan rekam jejak tersebut, kepemimpinan Hari di PPKS berlangsung di tengah kebutuhan industri sawit terhadap riset yang semakin aplikatif. Tantangan produktivitas, perubahan iklim, kesehatan tanaman, efisiensi budidaya, pengendalian organisme pengganggu tanaman, serta tuntutan keberlanjutan membutuhkan dukungan inovasi yang dapat diterapkan hingga tingkat perkebunan.
PPKS sendiri memiliki posisi penting dalam pengembangan pengetahuan dan teknologi kelapa sawit di Indonesia. Publikasi Jurnal Penelitian Kelapa Sawit menunjukkan keterlibatan berbagai peneliti dalam bidang seperti pemuliaan tanaman, bioteknologi, ilmu tanah, pascapanen, sosial ekonomi dan proteksi tanaman. (T1)
