CPOPC Dorong Harmonisasi Standar Keberlanjutan ASEAN-APEC untuk Perkuat Daya Saing Industri Sawit

oleh -169 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. CPOPC/ Sekretaris Jenderal CPOPC, Izzana Salleh (berpakaian putih), saat menjadi panelis dalam World Economic Forum (WEF) Annual Meeting of the New Champions 2026.

InfoSAWIT, JAKARTA – Dewan Negara-Negara Produsen Minyak Sawit atau Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) mendorong harmonisasi kebijakan keberlanjutan antara ASEAN dan APEC guna memperkuat perdagangan terbuka, meningkatkan ketahanan rantai pasok, serta mengurangi beban kepatuhan yang dihadapi pelaku industri, khususnya petani sawit dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dilansir InfoSAWIT dari laman media komunikasi CPOPC, Jumat (10/7/2026), isu tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal CPOPC, Izzana Salleh, saat menjadi panelis dalam World Economic Forum (WEF) Annual Meeting of the New Champions 2026 pada sesi bertajuk “APEC, ASEAN and the Art of Alignment”.

Forum internasional tersebut turut menghadirkan perwakilan dari Sekretariat APEC, Pemerintah Thailand, kalangan akademisi, serta sektor swasta untuk membahas strategi penyelarasan kebijakan ekonomi di kawasan Asia-Pasifik.

BACA JUGA: Riset Unila dan Naysor Korea Selatan Kembangkan Pelet Biomassa Sawit Rendah Abu untuk Dukung Energi Hijau

Dalam paparannya, CPOPC menilai sinergi yang lebih kuat antara ASEAN dan APEC harus mampu memberikan manfaat nyata bagi sektor riil. Salah satunya melalui peningkatan kelancaran perdagangan lintas negara, penguatan rantai pasok global, serta penyelarasan kerangka kebijakan keberlanjutan yang semakin menjadi persyaratan utama dalam perdagangan internasional.

Menurut CPOPC, aspek keberlanjutan, sistem ketertelusuran (traceability), dan sertifikasi kini telah menjadi elemen penting dalam menentukan akses pasar berbagai komoditas, termasuk minyak sawit. Namun, beragamnya regulasi dan standar keberlanjutan yang diterapkan di berbagai negara dinilai masih menjadi tantangan karena meningkatkan biaya kepatuhan bagi pelaku usaha.

Kondisi tersebut, lanjut CPOPC, paling dirasakan oleh petani sawit dan UMKM yang memiliki keterbatasan sumber daya dalam memenuhi berbagai persyaratan sertifikasi yang berbeda-beda di setiap pasar tujuan ekspor.

BACA JUGA: Tes Urine Mendadak di Pabrik Kelapa Sawit Bengkalis, 107 Pekerja PT Semunai Sawit Perkasa Negatif Narkoba

Untuk itu, CPOPC mendorong pengembangan sistem keberlanjutan dan platform digital yang saling terhubung (interoperable) serta dapat dipercaya oleh seluruh pemangku kepentingan. Sistem tersebut diharapkan mampu meningkatkan transparansi, mendukung pengakuan bersama terhadap standar keberlanjutan, serta memperluas partisipasi pelaku usaha dalam perdagangan global yang berkelanjutan.

Melalui forum tersebut, CPOPC juga memanfaatkan kesempatan untuk menyuarakan perspektif negara-negara produsen minyak sawit di tengah berkembangnya berbagai kebijakan perdagangan dan lingkungan di tingkat internasional.

Organisasi itu kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendorong integrasi ekonomi kawasan, memperkuat perdagangan yang berkelanjutan dan inklusif, serta membangun rantai pasok yang tangguh melalui kolaborasi internasional yang konstruktif. Langkah tersebut dinilai penting agar industri sawit tetap kompetitif sekaligus mampu memenuhi tuntutan pasar global yang semakin menekankan aspek keberlanjutan. (T2)

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com