InfoSAWIT, SERANG – PT Multi Nabati Asahan (MNA) yang merupakan bagian dari Wilmar Group terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui program bantuan peralatan tangkap ikan bagi nelayan di Desa Terate, Kabupaten Serang, Banten.
Program yang telah berlangsung sejak 2019 tersebut dijalankan bersama Koperasi Berkah Bahari Jaya dan menyasar kebutuhan operasional nelayan agar aktivitas melaut tetap berjalan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor perikanan tradisional. Saat ini, koperasi tersebut menaungi 215 anggota nelayan yang menggantungkan mata pencahariannya dari hasil laut.
Berbagai bentuk dukungan telah disalurkan perusahaan, mulai dari bantuan jaring, kolam bioflok, badan kapal, hingga kegiatan normalisasi sungai yang menjadi jalur utama aktivitas nelayan. Selain itu, perusahaan juga rutin memberikan bantuan sosial pada momen-momen keagamaan seperti peringatan Maulid Nabi dan Hari Raya.
Ketua Koperasi Berkah Bahari Jaya, Robani Hambali, mengungkapkan bahwa keberadaan koperasi beserta dukungan yang diberikan perusahaan telah membantu menjaga roda perekonomian masyarakat nelayan di Desa Terate. Menurutnya, bantuan peralatan tangkap sangat penting mengingat tingginya biaya operasional melaut, sementara hasil tangkapan ikan cenderung berfluktuasi.
“Bantuan peralatan tangkap sangat membantu nelayan karena biaya operasional terus meningkat, sementara hasil tangkapan tidak selalu stabil,” ujar Robani dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Kamis (11/6/2026).
Ia menjelaskan, anggota koperasi saat ini mengoperasikan sekitar 40 unit perahu kecil dan 60 unit perahu berukuran sedang untuk kegiatan penangkapan ikan. Namun demikian, kondisi cuaca yang tidak menentu serta tekanan ekonomi membuat sebagian nelayan mulai beralih profesi ke sektor industri dan manufaktur yang berkembang di wilayah Banten.
BACA JUGA: Manajemen Akar Kelapa Sawit: Inovasi Agronomi Guna Genjot Produktivitas
Perubahan tersebut, lanjut Robani, berdampak pada berkurangnya aktivitas melaut sehingga sejumlah perahu tidak lagi beroperasi secara optimal. Karena itu, pihaknya berharap terdapat dukungan lanjutan dalam bentuk pengembangan usaha alternatif bagi masyarakat pesisir.
“Kondisi untuk melaut sekarang semakin sulit. Banyak nelayan yang mulai mencari pekerjaan lain di pabrik. Karena itu kami berharap ke depan ada dukungan pengembangan usaha lain seperti budidaya ikan maupun peternakan agar masyarakat memiliki sumber penghasilan tambahan,” tuturnya.
Sementara itu, Head Industrial Estate Wilmar, Byron Oswald, menegaskan bahwa perusahaan berupaya menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, khususnya bagi warga yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.
BACA JUGA: Dukung Pemenuhan Hak Anak, Sinar Mas Agribusiness and Food Perkuat Upaya Pencegahan Pekerja Anak
Menurut Byron, kolaborasi dengan nelayan Desa Terate menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam memperkuat ekonomi lokal sekaligus membantu masyarakat pesisir menghadapi dinamika usaha yang semakin kompleks.
“Kerja sama dengan masyarakat nelayan Desa Terate merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk mendukung penguatan ekonomi lokal dan membantu masyarakat menghadapi tantangan usaha di sektor pesisir,” ungkapnya.
Ke depan, Wilmar menyatakan akan terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat dan Koperasi Berkah Bahari Jaya guna mengidentifikasi berbagai peluang pengembangan program yang lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan warga. Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan sumber-sumber ekonomi baru yang mampu meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan. (T2)
