BPDP Dorong Hilirisasi Sawit ke Industri Kreatif, Smart Batik Kembangkan Malam Berbasis Sawit

oleh -153 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Workshop Pemberdayaan UKMK Magelang dan Promosi Sawit Baik 2026 di Yogyakarta.

InfoSAWIT, YOGYAKARTA – Hilirisasi kelapa sawit kini tidak lagi hanya berbicara soal biodiesel, pangan, atau oleokimia. Di tangan pelaku usaha kreatif, komoditas strategis nasional ini mulai menemukan ruang baru untuk menciptakan nilai tambah, termasuk dalam industri batik.

Salah satu contoh nyata datang dari Smart Batik Indonesia yang berhasil mengembangkan penggunaan malam berbahan turunan sawit sebagai alternatif dalam proses membatik. Inovasi tersebut lahir setelah perusahaan tersebut mendapatkan dukungan dan pendampingan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) melalui berbagai program pemberdayaan usaha kecil, mikro, dan koperasi (UKMK).

CEO dan Pendiri Smart Batik Indonesia, Miftahudin Nur Ihsan, mengungkapkan bahwa awalnya dirinya hanya mengenal sawit sebagai bahan baku minyak goreng. Namun pertemuannya dengan BPDP dalam sebuah pameran UKMK nasional pada 2023 membuka perspektif baru mengenai luasnya potensi produk turunan sawit.

BACA JUGA: Wamenko Pangan Dorong Integrasi Sawit-Sapi, Potensi Hasilkan 1,3 Juta Ekor Sapi Nasional

“Saya tahunya sawit itu minyak goreng. Setelah berinteraksi dengan BPDP, saya baru mengetahui ternyata sawit memiliki banyak produk turunan yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai sektor usaha,” ujarnya saat menerima peserta Workshop Pemberdayaan UKMK Magelang dan Promosi Sawit Baik 2026 di Yogyakarta, Selasa.

Dari perkenalan tersebut, BPDP memperkenalkan malam sawit yang sebelumnya dikembangkan melalui kolaborasi riset antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Balai Besar Kerajinan dan Batik. Ketertarikan terhadap produk itu mendorong Smart Batik Indonesia melakukan serangkaian uji coba untuk mengetahui efektivitasnya dalam proses produksi.

Hasil pengujian menunjukkan performa yang menjanjikan. Produk yang dihasilkan mendapatkan respons positif sehingga perusahaan melanjutkan penelitian secara mandiri guna menemukan formulasi yang paling sesuai dengan kebutuhan produksi mereka.

BACA JUGA: Agrinas Palma Gandeng Konsorsium Korea, Bidik Hilirisasi Biomassa Sawit dan Energi Hijau

“Kami kemudian mengembangkan sendiri hingga akhirnya menemukan formulasi malam sawit yang bisa digunakan secara optimal dalam proses membatik,” kata Ihsan, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Kamis (18/6/2026).

Menurutnya, penggunaan malam berbasis sawit memberikan sejumlah keunggulan dibandingkan malam konvensional yang selama ini umum digunakan para perajin. Selain menghasilkan aroma yang lebih ringan dan tidak menyengat, karakter malam sawit yang lebih lentur dinilai mampu mengurangi risiko retak pada motif saat proses pewarnaan berlangsung.

Keunggulan tersebut membuat para pembatik lebih nyaman bekerja sekaligus membantu meningkatkan kualitas hasil akhir produk batik.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 17-23 Juni 2026 Naik Rp21,39 per Kg  

“Para perajin merasa lebih nyaman karena tidak menimbulkan sesak akibat aroma menyengat. Selain itu, sifatnya lebih lentur sehingga hasil batik menjadi lebih baik,” ujarnya.

Tidak berhenti pada penggunaan malam sawit, Smart Batik Indonesia juga mulai mengembangkan pemanfaatan limbah malam batik dengan mencampurkannya menggunakan bahan turunan sawit lainnya seperti stearin dan asam stearat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan proses produksi yang lebih efisien sekaligus ramah lingkungan.

Ihsan mengakui, dukungan BPDP tidak hanya berperan dalam aspek pengembangan produk, tetapi juga membantu memperluas akses promosi dan pemasaran. Melalui berbagai pameran, expo, dan kegiatan promosi UKMK yang difasilitasi BPDP, produk Smart Batik semakin dikenal baik di pasar domestik maupun internasional.

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com