InfoSAWIT, MENDALO – Universitas Jambi (UNJA) kembali mendapat kepercayaan sebagai penyelenggara Program Pendidikan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Tahun 2026 yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Melalui Program Studi (Prodi) D3 Analis Kimia Fakultas Sains dan Teknologi (FST), UNJA akan membuka kesempatan bagi 30 mahasiswa untuk memperoleh beasiswa penuh pada tahun akademik mendatang.
Berdasarkan Pengumuman Nomor PENG-3/BPDP/2026 tertanggal 11 Mei 2026, UNJA menjadi salah satu dari 42 perguruan tinggi di Indonesia yang lolos seleksi sebagai pelaksana Program Pendidikan Pengembangan SDM Perkebunan. Penunjukan ini sekaligus menjadi kali kedua bagi Prodi D3 Analis Kimia UNJA setelah sebelumnya sukses menyelenggarakan program serupa.
Koordinator Prodi D3 Analis Kimia FST UNJA, Dhian Eka Wijaya, mengatakan bahwa kepercayaan yang kembali diberikan BPDP merupakan pengakuan terhadap kualitas pendidikan yang terus dikembangkan oleh program studi tersebut.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Melorot Pada Senin (15/6), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Stagnan
“Penetapan ini merupakan bentuk kepercayaan dan pengakuan nasional terhadap kualitas tata kelola pendidikan serta kesiapan sumber daya yang dimiliki Prodi D3 Analis Kimia UNJA,” ujarnya, dilansir InfoSAWIT dari UNJA, Selasa (16/6/2026).
Dhian menjelaskan, keberhasilan UNJA mempertahankan status sebagai penyelenggara program tidak terlepas dari pengalaman pada periode sebelumnya. Rekam jejak tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam proses evaluasi yang dilakukan BPDP.
“Pengalaman sebelumnya sebagai lembaga penyelenggara pendidikan SDM Perkebunan menjadi modal penting, sehingga evaluasi dari pelaksanaan periode sebelumnya akan terus dilakukan sebagai upaya peningkatan kualitas,” katanya.
BACA JUGA: Akankah Monopoli Ekspor Memicu Keruntuhan Industri Sawit?
Proses seleksi program ini berlangsung cukup ketat. Selain penilaian administrasi dan akademik, BPDP juga mengevaluasi kesiapan sarana-prasarana, kompetensi tenaga pengajar, hingga kemampuan institusi dalam menjawab kebutuhan industri perkebunan nasional.
Menurut Dhian, relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri menjadi salah satu faktor utama yang mengantarkan Prodi D3 Analis Kimia UNJA lolos seleksi. Keahlian di bidang analisis kimia dinilai sangat dibutuhkan untuk mendukung pengawasan mutu dan pengendalian kualitas produk perkebunan, termasuk industri kelapa sawit.
Kurikulum yang diterapkan pun telah mengacu pada pendekatan Outcome Based Education (OBE) dengan materi yang mencakup analisis mutu minyak sawit, teknik pengambilan sampel, keselamatan kerja laboratorium, hingga pengoperasian berbagai instrumen analitik.
BACA JUGA: Digitalisasi Sawit Mengoneksi dari Kebun hingga Pabrik
Tak hanya itu, Prodi D3 Analis Kimia juga didukung fasilitas laboratorium pembelajaran dan laboratorium instrumen yang memadai. Tenaga pengajar yang dimiliki memiliki keahlian di bidang kimia analitik, kimia organik, instrumentasi, serta penelitian berbasis bahan alam dan biomaterial.
Keunggulan lain yang dimiliki UNJA adalah lokasinya yang berada di Provinsi Jambi, salah satu daerah penghasil komoditas perkebunan di Indonesia. Kondisi tersebut membuka peluang lebih besar bagi mahasiswa untuk terlibat dalam praktik lapangan maupun penelitian terapan yang berkaitan langsung dengan industri sawit.
Sebanyak 30 mahasiswa akan diterima melalui jalur Beasiswa SDM Sawit BPDP 2026 dalam satu kelas. Adapun rincian kuota resmi akan ditetapkan lebih lanjut melalui Surat Keputusan Direktur Utama BPDP.
